Azzahir jam iyah nahdlatul ulama Lagu MP3 dan Video MP4 Download (10.56 MB) - Zona Lagu Nahdlatul Ulama: Tiga Kiai Jombang Pendiri NU - Alif.ID Lirik Sholawat Nahdliyyah | Blog Pecinta Sholawat Bacaan Sholawat Nahdliyah Beserta Arti dan Latin, Ini Keutamaannya Rais'Amm Jam'iyah Ahlit Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdiyah (Jatman) Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya menegaskan bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah dari penjajah tetapi karena wirid santri dan perjuangan para ulama serta pejuang lainnya. Acara ini dimeriahkan grup hadrah Az-Zahir pimpinan Al Habib Ali Zainal Abidin As Jamiyyah nahdlatil 'ulamaa' Wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallim. Allah Allah Allah Allah. Tsabbit wanshur ahla jam'iyyah, Jam'iyyah Nahdlatil Ulama Li i'laa-i kalimatillah. Artinya: Ya Allah bershalawatlah dan bersalamlah kepada Sayyidina Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, Dalamupaya menanamkan cinta shalawat kepada generasi muda sekaligus menyemarakan gelaran Konferensi VIII Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, panitia mengadakan Festival Hadrah dengan memperebutkan Piala Wakil Bupati Tegal. Lomba dihelat, Sabtu (15/4) di Pondok Pesantren Hasyim Asy'ari. 47views, 2 likes, 0 loves, 0 comments, 0 shares, Facebook Watch Videos from Jam'iyah dzikir dan sholawat SABIL AL-HIDAYAH Anggamaya: Kami Warga Nahdlatul Ulama #majeliswargaNU #sabilalhidayah Pekalongan NU Online Peringati hari kelahiran (Maulid) Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriyah, Rais 'Aam Idarah Aliyah Jam'iyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Habib Muhamad Luthfi bin Yahya akan menggelar pementasan wayang kulit semalam suntuk di Kanzus Sholawat, Pekalongan. Tolongsubscribe, ya! #khyahyacholilstaquf #gusyahya #ketuaumumpbnu #pbnu SIAPA BERUNTUNG JADI KETUA PBNU DI MUKTAMAR KE 34 ? AYO TONTON dan SUBSCRIBE YA 欄 1UhzSAT. Jakarta -Organisasi islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama NU akan memperingati seabad NU berdiri pada Selasa, 7 Februari 2023. Sebagai salah satu organisasi Islam tertua, NU memiliki sejarah yang panjang dan pengaruh kuat karena memiliki banyak pengikut di sendiri pertama kali didirikan pada 31 Januari 1926 silam. Hal yang mendasari terbentuknya organisasi Islam ini adalah banyaknya perbedaan ideologi dan arah politik dalam agama Islam di Indonesia. Selain itu, organisasi ini pun terbentuk atas nama kaum tradisionalis dalam menanggapi berbagai fenomena di dunia Islam yang ada di dalam maupun di luar Langkah Politik Suami Yenny Wahid Dhohir Farisi dari Gerindra ke PSI, Ini ProfilnyaLantas, bagaimana sejarah terbentuknya salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama NU? Berikut informasi mengenai sejarah Nahdlatul Ulama dan para Terbentuknya Nahdlatul UlamaMelansir dari laman NU Online, awal mula sejarah terbentuknya Nahdlatul Ulama adalah karena berangkat dari pembentukan Komite Hijaz. Komite Hijaz adalah sebuah kumpulan panitia yang dibentuk oleh Hasyim Asy’ari untuk dikirimkan ke Muktamar Dunia Islam. Tujuannya yaitu untuk melindungi kebebasan bermazhab dari kebijakan Raja Arab Saudi tentang keagamaan ini dihadapi oleh para ulama pesantren ketika Raja Arab Saudi dari Dinasti Saud ingin membongkar makam Nabi Muhammad SAW. Hal ini disebabkan karena makam tersebut menjadi tujuan ziarah banyak umat Muslim yang dianggap sebagai bid’ah. Selain itu, Raja Arab pun menerapkan kebijakan untuk menolak praktik mazhab dalam agama Islam. Dia ingin agar hanya mazhab Wahabi yang digunakan sebagai mazhab resmi dari Raja Saud tersebut akhirnya di bawa ke Muktamar Alam Islami atau Muktamar Dunia Islam. Kebijakan tersebut tentu menjadi masalah karena ulama pesantren menganggap hal tersebut sebagai upaya memberangus tradisi dan budaya dalam Islam yang selama ini telah berkembang. Selain itu, rencana tersebut pun dapat menjadi menjadi ancaman bagi peradaban Islam itu, Abdul Wahab Chasbullah yang tergabung dalam Centraal Comite Chilafat CCC menyampaikan jika delegasi CCC untuk Muktamar Dunia Islam harus mampu mendesak Raja Ibnu Saud untuk memberikan kebebasan bermazhab. Sistem mazhab yang selama ini berjalan di tanah Hijaz harus dilindungi dan dipertahankan. Hal tersebut disampaikan Abdul Wahab dalam Kongres Islam Keempat di Sayangnya, diplomasi tersebut selalu berakhir dengan kekecewaan. Akhirnya, dia pun melakukan langkah strategis dengan membentuk panitia sendiri yang bernama Komite Hijaz. Untuk menyampaikan pemikirannya di Muktamar Dunia Islam, Komite Hijaz menunjuk Raden Asnawi sebagai baru pun muncul, untuk institusi mana Raden Asnawi tersebut dikirim? Akhirnya dengan persetujuan Hasyim Asy’ari sebagai guru dari Abdul Wahab, dibentuklah organisasi Jam’iyah Nahdlatul Ulama atau yang saat ini dikenal dengan Nahdlatul Ulama saja pada 16 Rajab 1344 Hijriah. Tanggal terbentuknya Nahdlatul Ulama tersebut bertepatan dengan 31 Januari 1926 Pendiri Nahdlatul Ulama NUNahdlatul Ulama tidak mungkin ada hingga saat ini jika tidak memiliki orang-orang hebat sebagai pendirinya. Terdapat tiga orang tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah terbentuknya Nahdlatul Ulama ini. Ketiga orang tersebut adalah Hasyim Asy’ari, Abdul Wahab Chasbullah, dan Bisri itu, Hasyim Asy’ari ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi pertama Nahdlatul Ulama atau disebut juga sebagai Rais Akbar. Kemudian, disusul oleh Abdul Wahab sebagai Rais Aam Kedua, dan Bisri Syansuri sebagai Rais Aam rangkuman informasi mengenai sejarah terbentuknya Nahdlatul Ulama NU beserta para pendirinya. VIVIA AGARTHA F RADEN PUTRIBaca juga Seabad Nahdlatul Ulama Menganut Paham Aswaja, Apakah Artinya? Ikuti berita terkini dari di Google News, klik di sini. Pentingnya Tajdidul Jam’iyah dan Garis Komando NU Khutbah Iftitah Muktamar Ke-34 NU-Lampung 17 Jumadal Awwal 1443/22 Desember 2022 بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله الذى أرسل سيدنا محمدًا صلى الله عليه وسلم إلى العالمين ليخرجهم من الظلمات إلى النور؛ فكان دين الإسلام دينًا عالميًا يحمل مُقوِّمات صلاحيته لكل زمان ومكان، وكان من هذه المُقوِّمات قابليته لاستيعاب كل جديدٍ وتقنينِه على وفق القوانين الإلهية المُودَّعة فيه، من هنا كان التجديد من الثوابت في دين الإسلام، وقد صح في الحديث ” إن الله يبعث على رأس كل مائة سنة من يجدد للناس أمر دينهم”. رواه أبو داود والحاكم والبيهقي. اللهم صل وسلم على سيدنا وحبيبنا محمد ... أما بعد - سادات العلماء والحبائب والسادة الأعزاء... - معالى الضيوف الكرام ... - سادات المشايخ والعلماء والزعماء من البلاد الصادقة السيد رئيس الجمهورية إندونيسية... - Yang Mulya Presiden Indonedia Ir. H. Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo -Yang Terhormat Wakil Presiden Indonesia Prof. Dr. KH. Maruf Amin - Para Menteri Kabinet Kerja - Para Duta Besar Negara Sahabat - Bapak Gubernur Propinsi Lampung - Bapak Kapolda dan ibu - Bapak Pangdam Sriwijaya Pimpinan Ormas Islam dan Sosial Para Pengamat Para Peninjau...dimanapun berada مرحبا بحضوركم فجزاكم الله أحسن الجزاء Muktamirin Rahimakumullah! Tidak terasa masa khidmat PBNU hasil Muktamar ke 33 yang dilaksanakan pada tgl 1-5 Agustus 2015 mendapat bonus kurang lebih satu setengah tahun dan telah terlewati. Alfaqir menerima mandat sebagai PJ Rais Am pada 22 September 2018 segera berakhir. Banyak kekurangan, ketidak cakapan dan ketidak mampuan dalam mengemban amanat yang amat-amat berat ini sangat layak mendapat gelar Rais Awam, Rais Aam KW3. Semoga para Muassis memaklumi dan memaafkan. Amien. Ma’âsyiral Muktamirin Rahimakumullah! Sebelumnya, mari kita hadiahkan Suratul Fatihah pada beliau-beliau as Syaikh Nawawi al Bantani, Syaikhona Kholil bin Abdil Lathif, Syaikh Akbar Hasyim Asy’ari, as Syaik Abdul Wahhab Hasbullah, as Syaikh Bisri Syamsuri, as Syaikh Ramli Tamim, dan semua Pengurus PBNU minassâbiqîn al awwalîn fi jamî’il amkinah wal mu’minîn wal mu’minât fi masyariqil ardli wamaghôribiha, barriha wa bahriha wa yyuhadai Covid-19, Al-fathah. Nahdlatul Ulama adalah Jam’iyah Diniyah Ijtima’iyah, Jam’iyah perkhidmatan para Ulama. Organisasi para kyai kampung dan desa yang memiliki potensi kekuatan dan kehebatan yang men-dunia, sebagaimana Islam itu sendiri adalah agama bagi alam semesta, Rasul Allah dan Nabinya adalah hadiah rahmat untuk dunia bahkan untuk alam semesta. Maka para pewarisnya yaitu para Ulama Nahdlatul Ulama harus men-dunia. Dan sekarang sedang dinantikan kiprahnya melahirkan peradaban dunia. Maka karakter-karakter yang men-dunia harus terus digali dan diperkokoh. Sifat-sifat membebek, grudak-gruduk, latah segera kita enyahkan. Rasulullah SAW telah mengingatkan dalam sabdanya لَا تَكُوْنُوْا إِمَّعَةً، تَقُوْلُوْنَ إِنْ أَحْسَنَ النَّاسُ أَحْسَنَّا، وَإِنْ ظَلَمُوْا ظَلَمْنَا، وَلَكِنْ وَطِّنُوْا أَنْفُسَكُمْ، إِنْ أَحْسَنَ النَّاسُ أَنْ تُحْسِنُوْا، وَإِنْ أَسَاءُوْا فَلَا تَظْلِمُوْا رواه الترمذي “Janganlah kalian menjadi orang yang plin-plan dan latah. Kalian mengatakan, Jika orang-orang berbuat baik, kami juga ikut baik. Dan jika mereka berbuat zalim, kami pun ikut zalim’. Namun mantapkanlah jiwa kalian; jika masyarakat berbuat baik, kalian tetap melakukan kebaikan, dan jika mereka melakukan kejahatan, maka jangan ikut berbuat zalim." HR At-Tirmidzi Hadits di atas mengingatkan kita agar selalu memantapkan karakter dan kepribadian. Kader Nahdlatul Ulama harus mampu menunjukkan kepribadian dan semangat menuju kebaikan serta menjaga idealisme dan kemandirian dalam bersikap. Ikut-ikutan orang lain dan menjadi latah, hanya akan membuat kita terpecah belah, terombang-ambing dan menjadi bulan-bulanan. Sayyidina Ali karramallahu wajhah juga pernah berpesan, “Dengan perpecahan, tidak ada satu kebaikan yang akan dianugerahkan Allah kepada seseorang, baik dari orang-orang terdahulu maupun orang-orang yang datang belakangan”. Sebab, suatu kaum apabila hati mereka berselisih dan hawa nafsu mereka mempermainkan mereka, maka mereka tidak akan melihat suatu tempat pun bagi kemaslahatan bersama. Mereka bukanlah bangsa yang bersatu, tapi hanya individu-individu yang berkumpul dalam arti jasmani belaka. Hati dan keinginan mereka saling selisih. Engkau mengira mereka menjadi satu, padahal hati mereka berbeda-beda. Kekuatan jam’iyah Nahdlatul Ulama sebenarnya sangat luar biasa. Tapi selama ini banyak warga Nahdlatul Ulama yang hanya memosisikan diri sebagai jamaah, belum ber-jam’iyah. Inilah yang perlu kita jam’iyah-kan. Jangan sampai nantinya warga tercerai berai hanya karena kepentingan-kepentingan sesaat. Mereka harus mengikuti satu komando, yang dikomando dari PBNU dan didukung oleh para mustasyar. Men-jam’iyah-kan jamaah dengan segala potensinya yang berkekuatan raksasa ini, menjadi pekerjaan rumah terpenting dari sekian pekerjaan rumah yang lain. Sebab, potensi raksasa ini, kalau tidak dikelola dengan baik dan benar, justru akan menjadi beban dan terpecah belah. Menjadi bulan-bulanan dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok lain. Marilah kita songsong satu Abad untuk masuk ke abad kedua Nahdlatul Ulama dengan menyegarkan kembali gerakan dan sistem komando kita. Agar, posisi Nahdlatul Ulama sebagai ashabul haq sekaligus meraih posisi ashabul qoror wal quwwah dapat terwujud dalam berbagai dimensi kehidupan kebangsaan dan kemasyarakatan kita. "إن الله يبعث على رأس كل مائة سنة من يجدد للناس أمر دينهم". رواه أبو داود والحاكم والبيهقي Marilah kita ingat sabda Rasulullah SAW di atas. Bahwa sesungguhnya Allah SWT akan mengutus bagi umat ini pada setiap awal seratus tahun, orang-orang yang akan memperbarui atau menyegarkan bagi umat ini hal-hal yang terkait dengan urusan agama mereka. Saat ini, dunia telah memasuki era Revolusi Industri Marilah kita merenungkan dan merekontekstualisasi إعادة النظر apa yang salah dan apa yang benar dari perjalanan kita selama ini. Marilah kita renungkan juga nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh para pendahulu kita dalam bingkai trilogi ukhuwah. Yakni ukhuwah Islamiyah persaudaraan internal umat Islam, ukhuwah wathaniyah persaudaraan kebangsaan dan ukhuwah insaniyah/basyariyah persaudaraan kemanusiaan. Kita bisa tambahkan juga ukhuwah nahdliyah di dalamnya. Nilai-nilai itu bisa menjadi cerminan moral yang prima, agar dampak negatif pergeseran tatanan dunia tidak begitu berpengaruh dalam perjalanan anak bangsa di era Revolusi Industri dan dalam rangka meraih manfaat bonus demografi. Kita tentu berharap, bonus demografi bukan justru menjadi musibah demografi. Kalau era Revolusi Industri dianggap menjadi tanda meningkatnya peradaban kemanusiaan, maka kita harus mengimbanginya dengan 4G. Yaitu, empat ajaran khas dan konsep besar Nahdlatul Ulama, sekaligus dalam rangka mengamalkan hadits di atas. Kita dan jam’iyah Nahdlatul Ulama perlu penyegaran 4G tersebut. Pertama, Grand Idea. Yaitu, visi-misi Nahdlatul Ulama sebagai instrumen untuk menyatukan langkah, baik ulama struktural maupun kultural. Terutama para ulama pondok pesantren, agar berada dalam satu langkah dan satu keputusan, untuk menggalang kekuatan bersama. Kedua, Grand Design. Berupa program-program unggulan yang terukur. Di sini, hadits di atas menyatakan, setiap awal datangnya kurun 100 tahun, Allah SWT akan mengutus seseorang, dua orang, atau beberapa orang, untuk menyegarkan kembali aturan-aturan yang sudah mulai banyak ditinggalkan. Usia Nahdlatul Ulama saat ini sudah hampir satu abad. Kalau hitungan usia masehi, memang 95 tahun, tapi usia hijri-nya sudah mencapai 98 tahun. Ketiga, Grand Strategy. Ini bisa dilakukan dengan mengintensifkan penyebaran inovasi yang terencana, terarah dan dikelola dengan baik, serta distribusi kader-kader terbaik Nahdlatul Ulama ke ruang-ruang publik yang tersedia. Kader kita saat ini belum berperan maksimal di semua ruang-ruang publik yang ada. Karena itu, perlu ada grand strategy terkait keberperanan kader-kader kita. Keempat, Grand Control. Sistem dan gerakan Nahdlatul Ulama harus bisa melahirkan garis komando secara organisatoris dari PBNU sampai kepengurusan di tingkat anak ranting. Dari situ, Nahdlatul Ulama akan menjadi organisasi keagamaan dan sosial yang bergerak secara sistemik, proaktif, dan responsif, serta terus-menerus menebarkan kasih sayang rahmatan lil alamin. Nahdlatul Ulama akan mampu menebarkan kemaslahatan di dunia sampai akhirat dan bersaing di segala bidang dengan organisasi-organisasi lainnya. Terkait hal ini, kita patut mengingat kembali isyarat yang disampaikan oleh Syaikhona Cholil Bangkalan kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari menjelang pendirian Nahdlatul Ulama. Isyarat berupa tongkat dan surah Thaha ayat 17-23 yang berisi kisah Tongkat Mukjizat Nabi Musa AS itu menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama dilahirkan tiada lain kecuali untuk mengomando. Tongkat Nabi Musa AS adalah simbol sistem komando. Sampai sekarang pun tongkat menjadi simbol komando para panglima. Sebagai panglima tertinggi, misalnya, presiden juga memegang tongkat komando. Jadi, itulah yang diharapkan oleh para pendiri Nahdlatul Ulama. Agar kelahiran NU bukan sekadar memperbanyak jumlah organisasi yang ada di masyarakat. Di samping untuk menjaga dan meluruskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, kita juga diharapkan menjadi Tongkat Sakti Nabi Musa. Itulah harapan dari para pendiri Nahdlatul Ulama yang juga sudah dibuktikan oleh generasi terdahulu. Kita wajib menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Juga, mengembangkan nilai-nilai kebangsaan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI. Ini kewajiban setiap anggota yang tercantum dalam AD-ART Nahdlatul Ulama. Pada tingkat pengurus, wajib memberikan arahan dan kontrol kepada anggota. Hal itu berlaku dalam situasi normal. Dalam situasi seperti sekarang, saat banyak kelompok ingin mengganti posisi Nahdlatul Ulama dan mengikis ahlussunnah wal jamaah, maka kader-kader Nahdlatul Ulama harus berperan seperti Tongkat Nabi Musa. Kalaulah ada kader-kader Nahdlatul Ulama menjadi “ular-ular” seperti dalam ayat tersebut, tujuannya hanya untuk da’wah-amar ma’ruf nahi munkar, membasmi kezaliman, kemaksiatan dan kemungkaran. Menjadi anggota legislatif, bupati, gubernur, atau mengisi jabatan publik apapun, yang mampu menjadi kekuatan ashabul qoror sekaligus Ashabul Haq hanya untuk mengajak kebaikan, meratakan kesejahteraan dan keadilan, bukan sebagai tujuan. Perlu diingat, sebagaimana disebutkan dalam surah Thaha tersebut, setelah berubah menjadi ular naga dan berhasil menumpas kezaliman, maka ular-ular itu harus kembali kepada bentuknya semula yaitu tongkat. Manakala sudah dianggap cukup oleh para Masyaikh, Syuriah, maka kader-kader Nahdlatul Ulama harus siap kembali menjadi tongkat. Itulah sistem komando. Dan sikap pusaka kebanggaan kita adalah sami’na wa atha’na, maka supremasi Syuriyah mutlak. Manakala ada Musykilat, perbedaan persepsi dalam menjalankan perkhidmatan dan mengalami deadlock maka kaidahnya "فإذا تنازعتم فى شيئ فردوا إلى أد-أرت AD-ART نهضة العلماء" Maka, kita hadirkan Nahdlatul Ulama sebagai Jam’iyah Diniyah Ijtima’iyah yang ber- Ilmiyah Amaliyah dan Amaliyah yang Ilmiyah. Alfaqir hanya sempat mempraktekkan Sebagian kecil dari kandungan AD-ART NU. Antara lain “ kewenangan Rais Am” sebagai secuil tanggung jawab yang sekaligus sebagai momentum mengingatkan supremasi Syuriyah sebagaimana amanat AD-ART NU. Selamat ber-Muktamar dengan riang gembira dan keceriaan, menghasilkan keputusan-keputusan yang maslahat untuk Agama, Bangsa, NKRI dan Peradaban Dunia. والله من وراء القصد , وهو يهدى السبيل. والله الموفق إلى أقوم الطريق والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته. KH Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU