MataKuliah Prasyarat: TL2203 Mikrobiologi Lingkungan Pengenalan bentuk, perkembangbiakan, penyebaran, klasifikasi, fungsi, mikroalgae, protozoa, virus, lingkungan kehidupan biotis-biotis yang berpengaruh, metoda perlengkapan, interpretasi data dan penerapan bentuk tujuan perencanaan, peranan mikroba dalam pengolahan buangan, pengendalian pencemaran, pengendalian kualitas dan keselamatan hasil Cabangkeilmuan TEKNIK yang dikombinasikan dengan MANAJEMEN untuk menghasilkan INOVASI Produk/Proses/Sistem Bisnis. Fokus Manajemen Rekayasa mencakup bidang energi, manajemen teknologi, manajemen resiko, pengembangan usaha, manajemen proyek dan sistem pemeliharaan. Secara khusus, mahasiswa dapat mempelajari manajemen energi dengan best practice 6PTQaeg. MANAJEMEN REKAYASA INDUSTRI MRI ITB - REVIEW Greetings from sunny Jakarta, Gw tiba-tiba ingin sekali mereview jurusan kuliah yang sudah membawa gw ke tingkat kebahagiaan level bintang lima untuk ukuran mahasiswi teknik biasa-perantau-tidak begitu menonjol di Kampus Ganesha yang rumornya tidak mudah ditaklukan ini read kamu harus berusaha dg gigih. So, anggaplah itu sesuatu yang spesial untuk dikenang. Sebagai ucapan terimakasih, mari kita mulai mereview! Dimulai dari apa itu Manajemen Rekayasa Industri kali ya. Manajemen Rekayasa Industri itu program studi/jurusan under Fakultas Teknologi Industri, yang keilmuannya sangat dekat dengan Teknik Industri which is the major you guys are much more familiar with, kan. Next question mungkin adalah "Apa bedanya sih Teknik Industri TI dan Manajemen Rekayasa Industri MRI?". Gw akan menjawab dengan cerita seperti ini, supaya mudah di digest Sebut saja kipas angin ya efek jakarta panas & benda yang kebetulan ada di depan mata. Sebut saja brand-nya X. Kipas angin X yang dijual di seluruh Indonesia dan ada di rumah-rumah kita semua ini dulunya pasti dimulai dari beberapa kipas angin X yang dikembangkan designnya di suatu tempat. Beberapa samples awal ini kita sebut prototype. Sebelum jadi prototype, kipas angin X itu mungkin hanya sebuah ide atau kipas angin yang lebih sederhana yang teknologinya sudah ketinggalan zaman. Nah, anak MRI punya peran yang penting di bagian menjadikan ide kipas angin itu menjadi prototype kipas angin X yang layak untuk diproduksi dan layak untuk dibisniskan. Teman-teman TI akan lebih membantu dibagian memproduksi atau bagaimana menciptkan jutaan kipas angin untuk penduduk indonesia yang berkualitas tinggi dan dapat dimanufaktur dengan optimal memanfaatkan sumber daya yg tersedia. Catatan 1. Setelah fase produksi, kipas angin X akan masuk ke fase komersial, dimulai dari proses pendistribusian, pemasaran dan penjualan. Untuk bagian ini, baik anak-anak MRI maupun anak-anak TI memiliki kemampuan yang cukup sama. Ini lebih ke general management juga kan soalnya. 2. Bentuk objek yang bisa ditangani bukan cuma produk ya, bisa juga service, bisa general system juga. That's why TI & MRI adalah keilmuan yang sangat generalist dan lebih fleksibel. SO, anak MRI akan punya peran penting di "PROSES INITIAL"! Exploring ideas & opportunities, Product design and development, feasibility study. Satu kata yang mewakili keilmuan Manajemen Rekayasa Industri bagi gw adalah "INNOVATION" . MRI itu harus bisa make sure suatu bisnis bisa sustainable, caranya ya itu, dengan beradaptasi terhadap tuntutan pasar dan perubahan teknologi. Buat gw, adanya MRI sangat relevan dengan kondisi kompetisi bisnis sekarang yang super cepat dan perkembangan teknologi yang super mendebarkan. Munculnya model bisnis berbasis internet adalah salah satu contoh bentuk inovasi yang terbentuk dari kebutuhan pasar dan tarikan teknologi. Bisnis yang aware dg kondisi ini harusnya bisa "DO SOMETHING" memanfaatkan momen yang ada. Nah disinilah kita sebagai anak MRI ditantang, bisakah kita "DO SOMETHING" untuk bisnis-bisnis yang masih konvensional sekarang atau bahkan "CREATE SOMETHING" dari kondisi ini. Menarik kan? Seperti itulah kira-kira... Apa aja sih pelajaran MRI? Layaknya ITB pada umumnya, tahun 1 akan belajar mata kuliah dasar matematika, fisika, kimia, dsbg. Naik ke tahun 2, saat awal kehidupan jurusan dimulai, mata kuliahnya lebih ke pengetahuan teknologi industri dasar, tools-tools teknik, kuliahnya akan beberapa beririsan dg mata kuliah Teknik Industri ex Statistika, Matriks Ruang Vektor, Mekanika, Termodinamika, Metode Kuantitatif, Ekonomi Teknik. Tahun 3, which is tahun yang paling membukakan mata as MRI diisi dg mata kuliah seperti Riset Pemasaran, Manajemen Teknologi, Proses Bisnis, Perancangan & Pengembangan Produk, Perancangan Jasa, Manajemen Proyek, Rekayasa Kualitas, Perancangan Mesin/Kimia. Terakhir, tahun 4 itu lebih ke arah latihan untuk bisa ngaplikasiin ilmu yang udah dipelajari untuk case yang lebih real, matkul nya lebih ke feasibility study & manajemen risiko, Pembiayaan Proyek, Multidisiplin Proyek, dan tentunya TUGAS AKHIR. Seru? Yes!Seru! We learn a lot and lot of interesting things about how to do things and the rational behind it. Pekerjaan untuk mahasiswa MRI? Wah banyak sih. Bisa dibilang ini juga salah satu keuntungan jadi generalist. But, mostly ke arah consultant, analyst, R&D, business development, dan lainnya yang menarik At the end, semuanya terserah kamu sih untuk melakukan apa pun yang kamu mau. Pernyataan ini berlaku untuk siapapun lho yha, bukan anak MRI sajha! Kalau soal budaya belajar di MRI? Cukup sibuk karena tugasnya banyak, tapi cluster mahasiswanya lebih ke tipe yang santai & saling membantu. Tugasnya juga sebenernya sangat-sangat membantu ngebuat kita belajar kok!No need to worry~ *Manajemen Rekayasa Industri ITB 2012* Ngereview ini ternyata sangat membahagiakan karna bisa membawa gw jauh ke masa-masa kuliah yang sangat melelahkan but sangat menyenangkan, selalu excited tiap awal semester baru di MRI tentunya sebelum musim UTS menerjang, excited ketemu anak-anak MRI yang somplak-apa-adanya, dan pastinya yang paling excited adalah detik-detik menuju weekend setelah berjuang sepenuh hati weekdaysnya menjadi mahasiswa yang menginspirasi & berguna bagi banyak orang ? Last, Sukses selalu buat rekan-rekan MRI!! Juga kepada yang membaca dan tadinya bingung, bertanya-tanya, hatinya ragu untuk memilih jurusan atau cuma lagi iseng-iseng aja, semoga tulisan ini cukup membantu & menginspirasi kamu ya! Semoga masuk ke Fakultas/Jurusan yang sesuai dengan pilihan hatinya masing-masing CHEERS! Jurusan Manajemen Rekayasa sepertinya masih cukup asing ya bagi Quipperian? Wajar saja, karena Jurusan Manajemen Rekayasa memang pada saat ini baru tersedia di beberapa perguruan tinggi saja di Indonesia. Sekalipun demikian, bukan berarti jurusan ini jurusan baru lho! Kenali lebih jauh yuk! Salah satu kampus di Indonesia yang menyediakan jurusan ini adalah Universitas Internasional Semen Indonesia UISI. Meski di Indonesia jarang, kampus-kampus di luar negeri sudah cukup banyak yang menyediakan program ini dan dikenal dengan nama Engineering Management. Nah, pada artikel ini kita akan membahas lebih dulu tentang informasi umum seputar ilmu yang satu ini yang nantinya bisa menjadi referensi kamu dalam memilih jurusan. So, dibaca sampai habis ya! Belajar Manajemen tapi Jadi Sarjana Teknik? Bagi kamu yang berminat untuk kuliah di jurusan ini, hal pertama yang perlu kamu ketahui adalah Jurusan Manajemen Rekayasa pada dasarnya adalah pengembangan dari ilmu keteknikan yang seiring berjalannya waktu, menjadi cabang ilmu tersendiri. Kalau dilihat dari nama jurusannya, jurusan ini berhubungan dengan keteknikan dan manajemen. Dengan begitu, dapat kita pahami bahwa Jurusan Manajemen Rekayasa adalah jurusan yang mengkolaborasikan ilmu keteknikan dengan ilmu manajemen untuk menghasilkan inovasi produk atau perancangan. Di Jurusan Manajemen Rekayasa, kamu akan mempelajari semua dasar-dasar ilmu keteknikan dan ilmu manajemen. Dalam sebuah sektor industri, dibutuhkan sebuah kolaborasi yang tepat antara ranah keteknikan dan manajemen karena seorang engineer tidak lagi hanya melakukan pekerjaan teknis saja melainkan juga merangkap sebagai project managers ataupun lead system engineer. Ketika menjalankan peran-peran tersebut, diperlukan pemahaman seputar perancangan, pengintegrasian, pemasaran, hingga melakukan pengujian kompleks dari suatu sistem yang dijalankan. Tentunya kemampuan manajerial sangat dibutuhkan dalam melakukan berbagai kegiatan tersebut. Jadi, jangan bingung lagi ya kalau lulusannya jadi Sarjana Teknik tapi juga belajar tentang manajemen. Dari penjelasan diatas, sudah bisa dipahami ya Jurusan Manajemen Rekayasa sebenarnya pengembangan dari Jurusan Teknik yang berfokus pada implementasi di bidang industri tepatnya pada bagian riset dan pengembangannya. Lantas, apa perbedaan antara Jurusan Manajemen Rekayasa dan jurusan yang hampir mirip yakni Jurusan Teknik Industri? Beda Jurusan Manajemen Rekayasa dan Jurusan Teknik Industri Sekalipun kajian keilmuannya sama-sama berhubungan dengan sistem di lingkungan industri, tapi pendalaman keilmuan dari Jurusan Manajemen Rekayasa dan Jurusan Teknik Industri sangatlah berbeda. Jurusan Teknik Industri fokus pada product life cycle, di mana kamu akan belajar mulai dari proses desain produk sampai menjadi produk yang siap digunakan dan akhirnya dikonsumsi oleh masyarakat. Sedangkan di Jurusan Manajemen Rekayasa, kamu akan belajar tentang hal-hal seputar planning sebelum masuk ke sistem industri. Fokus kajiannya lebih ke arah riset pasar, pengembangan produk, dan pelajaran-pelajaran lainnya yang bersifat planning dan erat hubungannya dengan customer karena pada dasarnya salah satu keahlian yang akan dimiliki seorang sarjana manajemen rekayasa adalah mampu merumuskan. Nah, hasil dari dokumentasi planning yang dibuat tersebut kemudian digunakan oleh teman-teman di Jurusan Teknik Industri sebagai input untuk keputusan pada proses produksi. Sampai sini jelas ya perbedaan antara kedua jurusan tersebut? Bisa disimpulkan bahwa Jurusan Teknik Industri itu berfokus pada produk oriented dan didukung juga beberapa ilmu lainnya untuk memiliki gambaran yang lebih luas terkait produk yang digarap. Lalu, Jurusan Manajemen Rekayasa mempelajari hal-hal seputar planning, operasional, dan orientasi konsumen agar produk yang dikembangkan nantinya benar-benar sesuai dengan ekspektasi konsumen dan dapat diterima pasar dengan baik. Belajar di Jurusan Manajemen Rekayasa UISI Nah, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa di Indonesia masih sangat sedikit kampus yang memiliki program Jurusan Manajemen Rekayasa, sementara kebutuhan akan tenaga ahli di bidang tersebut cukup tinggi. Seperti telah disebutkan di atas, UISI merupakan salah satu kampus yang menyediakan program ini. Baca juga Yuk Kuliah di Perguruan Tinggi Milik BUMN, Ini Keuntungannya! Jurusan Manajemen Rekayasa di UISI bisa dikatakan memiliki kelebihan tersendiri dibanding Jurusan Manajemen Rekayasa yang ada di kampus lainnya. Mengapa? Sebab mahasiswa berkesempatan untuk mempelajari implementasi langsung di sektor industri dan juga mengetahui seperti apa best practice yang sebenarnya di sektor industri yang mana hal-hal tersebut belum tentu bisa dipahami langsung ketika belajar di kelas. Jurusan Manajemen Rekayasa UISI mempersiapkan mahasiswanya untuk mengisi posisi-posisi strategis di industri, misalnya product manager, research and development, business development, dan lain-lain. Selain itu, dengan belajar di Jurusan Manajemen Rekayasa UISI, kamu akan memiliki kemampuan entrepreneurship yang baik. Oh ya, saat ini Jurusan Manajemen Rekayasa di UISI telah terakreditasi B, so tidak perlu khawatir lagi untuk menentukan pilihan di kampus ini jika kamu merasa Jurusan Manajemen Rekayasa sangat cocok dengan rencana karier kamu ke depan. Untuk mengetahui info kampus terlengkap dan berkualitas, cek di Apa kamu pernah terpikir menjadi mahasiswa di jurusan eksklusif? Jika iya, cobalah untuk masuk jurusan manajemen rekayasa industri MRI. Mata kuliah manajemen rekayasa industri menggabungkan ilmu manajemen dan juga ilmu rekayasa atau engineering. Dan di Indonesia, jurusan ini hanya terdapat di satu PTN saja. Perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakan perkuliahan jurusan ini adalah Institut Teknologi Bandung. Sebelum menjadi jurusan, manajemen rekayasa industri hanya diperkenalkan sebagai mata kuliah saja. Jurusan ini baru terbentuk secara independen pada tahun 2010. Fakta Menarik Seputar Manajemen Rekayasa IndustriSebelum mengulik lebih jauh mengenai mata kuliah manajemen rekayasa industri, kamu harus tahu dulu beberapa fakta menarik dari jurusan MRI di ITB. Jurusan yang berada di bawah naungan Prodi S1 Fakultas Teknologi Industri ternyata menghasilkan banyak lulusan yang saat ini bekerja di perusahaan selesai kuliah, kamu bisa mendapatkan pekerjaan pertamamu hanya dengan menghabiskan waktu tunggu kira-kira 3 bulan. Sedangkan untuk lama belajar yang ditetapkan adalah 8 semester meski fakta di lapangan menyatakan bahwa rata-rata lulusan jurusan ini menyelesaikan pendidikan dalam kurun waktu 4,5 pada tahun 2018, jurusan ini sudah menghasilkan alumni sebanyak 190 orang dengan mahasiswa aktif di tahun 2020 sebanyak 177 mahasiswa. Jika dibandingkan dengan jurusan lain, jumlah mahasiswa di jurusan ini memang tidak banyak tapi persaingan untuk menjadi yang terbaik tetap SKS Mata Kuliah Manajemen Rekayasa Industri yang Akan DipelajariTidak seperti kampus pada umumnya yang langsung memulai perkuliahan dengan mata kuliah sesuai prodi. Di ITB, mahasiswa tahun pertama wajib ikut TPB atau Tahun Pertama Bersama sebanyak 36 SKS. Mata kuliah manajemen rekayasa industri baru perkenalan dan sisanya mata kuliah umum IPA, olahraga dan karya baru akan benar-benar merasakan jadi anak manajemen rekayasa ketika memasuki tahun kedua hingga tahun terakhir perkuliahan, di mana tahun-tahun tersebut dikenal dengan sebutan Tahap selama tiga tahun Tahap Sarjana, kamu akan mempelajari mata kuliah wajib prodi dan wajib ITB dengan jumlah 84 SKS. Selain mata kuliah wajib, kamu juga bisa mengambil mata kuliah pilihan, yang terdiri dari mata kuliah pilihan dalam prodi sebanyak 9 SKS dan mata kuliah pilihan luar prodi sebanyak 3 tahun ketiga, masuk semester lima, kamu diharuskan untuk memilih konsentrasi belajar karena ini akan mempengaruhi mata kuliah manajemen rekayasa industri yang akan dipelajari selama dua tahun ke depan. Konsentrasi yang tersedia di jurusan MRI adalah rekayasa manufaktur dan rekayasa proses dengan bobot 12 Yang Akan Kamu Pelajari Selama Empat Tahun ke DepanSeperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tahun pertama, seluruh mahasiswa di ITB diwajibkan ikut TPB. Tahap ini bisa dikatakan sebagai tahapan orientasi sebagai pengenalan terhadap perilaku ilmiah dan proses pembelajaran di ITB. Adapun materi yang diberikan selama masa TPB ini adalah dasar sains, kesenian dan tahap TPB pula mahasiswa akan diberikan kesempatan untuk memilih prodi. Mahasiswa akan ditempatkan ke prodi masing-masing di akhir tahun pembelajaran disesuaikan dengan minat dan hasil akademis selama satu tahun. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada mahasiswa yang salah memilih tahun kedua, kamu akan berhadapan dengan mata kuliah manajemen rekayasa industri seperti ilmu statistik, ekonomi, dasar-dasar ilmu teknik, proses manufaktur dan perancangan. Kalau kamu merasa heran kenapa ada pembelajaran ekonomi di jurusan ini, ingatlah bahwa pada jurusan ini melibatkan ketiga pembelajaran tentang manajemen rekayasa industri semakin dalam karena sudah ada pilihan konsentrasi. Pada tahun ini kamu akan mulai belajar tentang pemasaran, proses bisnis dan desain organisasi, manajemen proyek, rekayasa faktor manusia, sistem informasi, manajemen teknologi, dan perancangan dikatakan, tahun ketiga berkuliah di ITB adalah saat-saat paling padat dan paling sibuk dalam kehidupanmu sebagai mahasiswa karena di tahun ini kamu harus bisa menyelesaikan 38 SKS dengan baik. Selain harus mengikuti perkuliahan, kamu juga akan disibukkan dengan berbagai untuk tahun keempat, kamu masih akan menerima beberapa mata kuliah manajemen rekayasa industri seperti analisa resiko, kesehatan kerja, dan keselamatan lingkungan. Kamu juga bisa mengambil mata kuliah pilihan, menyelesaikan praktek terintegrasi dan multidisiplin, tidak lupa tugas ada lagi kesempatan lain untuk bisa berkuliah di jurusan langka selain masuk ke ITB dan mengambil jurusan manajemen rekayasa industri. Dengan masih minimnya mahasiswa di jurusan ini justru membuka peluang sangat besar terhadap lulusannya karena akan mudah mendapatkan perlu memikirkan soal biaya selama mempelajari berbagai mata kuliah manajemen rekayasa industri karena ITB merupakan salah satu perguruan tinggi yang murah hati berbagi beasiswa untuk setiap mahasiswa yang membutuhkan. Kamu bisa langsung kunjungi situs resmi ITB atau cari tahu lebih banyak di Universitas123.