1. Jamasan Pusaka atau Ngumbah Keris 2. Kirab Kebo Bule 3. Upacara Tabot 4. Ledug Suro 5. Nganggung 6. Barikan 7. Ngadulag Malam satu suro merupakan salah satu perayaan tradisional yang banyak dipercayai oleh masyarakat Indonesia, terutama Jawa. Malam satu suro jatuh pada tanggal 1 Muharram, awal tahun baru Hijriyah. Malam ini dianggap memiliki makna khusus dan dipercaya memiliki energi spiritual yang kuat. 2. Apa Itu Malam Satu Suro? Mengutip laman resmi UIN Malang, kata suro sebenarnya sejak lama dikenal oleh masyarakat Jawa. Adapun kata suro berasal dari bahasa Arab, yakni 'asyura yang berarti 'kesepuluh'. Maksud dari kesepuluh tersebut adalah tanggal 10 bulan Suro. Sementara itu, jika dilihat dari perspektif Islam, suro merujuk pada bulan Muharam. Jangan menunggu satu suro apalagi kalau kerisnya sudah sangat karatan. Nanti malah rusak," kata dia yang sudah menjadi konservator sejak 1993. Pernyataan itu Nasip sampaikan dalam United Nations Day 2019, Indonesian Heritage for Global Peace and Sustainable Development di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Senin (2/12/2019). Selama prosesi kirab berlangsung, peserta kirab tidak diperkenankan mengucapkan satu patah kata pun. Hal itu memiliki makna sebagai refleksi perenungan diri dari seseorang terhadap apa yang sudah dilakukan selama setahun ke belakang. Acara kirab pusaka dalam rangka memperingati Malam 1 Suro itu disambut antusias oleh masyarakat. Berikut Kompas.com merangkum beberapa penjelasan terkait perayaan dan ritual Malam 1 Suro dalam budaya masyarakat Jawa. Baca juga: Tapa Bisu, Tradisi Lampah Keliling Beteng di Keheningan Malam 1 Suro. Pengertian Malam 1 Suro. Malam 1 Suro atau Malam Satu Suro adalah malam pertama di Bulan Suro, yaitu sasi atau bulan pertama dalam Kalender Jawa. Pada 2023, malam satu Suro jatuh pada Selasa (18/7/2023). Bagi masyarakat Jawa, malam satu Suro dianggap sebagai malam yang sakral. Lalu apa itu malam satu suro? Berikut penjelasannya. Tapa Bisu adalah tradisi tahunan berkeliling Keraton Yogyakarta tanpa sepatah kata pun. Tradisi Mubeng Beteng Tapa Bisu Lampah sendiri sudah dilakukan sejak Pengertian Malam 1 Suro. Malam 1 Suro atau Malam Satu Suro adalah malam pertama di Bulan Suro, yaitu sasi atau bulan pertama dalam Kalender Jawa. Perayaan atau ritual Tahun dalam Kalender Jawa ini biasanya dirayakan pada malam hari, tepatnya setelah matahari terbenam. Tradisi saat malam satu suro bermacam-macam tergantung dari daerah mana memandang hal ini, sebagai contoh Tapa Bisu, atau mengunci mulut yaitu tidak mengeluarkan kata-kata selama ritual ini. Hal ini dapat dimaknai sebagai upacara untuk mawas diri, berkaca pada diri atas apa yang dilakoninya selama setahun penuh, menghadapi tahun baru di esok Inilah arti kata dari Tulang Wangi dan Darah Manis serta kaitannya dengan malam satu suro dalam weton Jawa. Istilah ini sedang viral di TikTok. TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Media sosial (medsos) TikTok viral dengan kata-kata Tulang Wangi dan Darah Manis is Real. Y8zc119.