Untukbisa menggunakan fasilitas ini biasanya bisa melalui sebuah situs atau dengan meng-install sebuah aplikasi khusus untuk ber-chat-ria. Biasanya layanan ini digunakan untuk ajang kenalan, mencari teman barn, hingga menjadi solusi komunikasi yang murah dan mudah Di awal 1980-an, ARPANET terpecah menjadi dua jaringan, yaitu ARPANET dan
Fungsidan kegunaan facebook yang paling mendasar adalah untuk mencari dan menjalin pertemanan antara pengguna dunia maya, tetapi seiring berjalannya waktu, facebook bisa di gunakan untuk apa saja seperti yang saya ketahui : Untuk menambah teman sebanyak - banyaknya, dan mungkin bisa untuk cari pasangan. hihihi kenapa demikian? karena kalo di
1 Cek Google Maps. Langkah pertama yang dapat dilakukan ketika mencari kos di dekat lokasi yang diinginkan yaitu dengan memanfaatkan internet. Anda dapat menggunakan Google Maps untuk melihat secara keseluruhan lingkungan yang ingin ditempati. Umumnya, terdapat beberapa nama kos kosan yang ada di Google Maps. Baca Juga: Panduan Memulai Bisnis
9 Untuk mengirimkan sebuah e-mail kepada seseorang tapi kita tidak ingin orang tersebut tahu bahwa kita juga mengirimkan tembusannya kepada alamat orang lain, menggunakan a. cc b. To c. Bcc, d. Topik e. Kirim 10. Untuk menambah, menghapus, memindah dan menyalin data record termasuk dalam proses . a. Delete Data b. Copy Data c. Move Data d.
sasarannyadan yang dapat menarik pelanggan untuk membeli. Menurut (Levy., Weitz., 2014) "Atmosphere adalah mendesain suatu lingkungan melalui komunikasi visual, pencahayaan, warna, musik, dan penciuman untuk merangsang persepsi dan emosi dari pelanggan dan pada akhirnya untuk mempengaruhi perilaku pembelian mereka".
Tujuandari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Harga dan Fasilitas terhadap Keputusan Berkunjung. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksplanatory dimana jenis penelitian yang
Untukmencari teman atau kenalan yaitu dapat menggunakan fasilitas . 17. Ada tiga jenis tujuan pengiriman email, yaitu. Untuk menyimpan alamat situs-situs kesukaan dapat menggunakan fasilitas. 38. Tempat yang terdapat pemancar WI-FI, sehingga kita bisa mengakses internet disebut.
Carilahbeberapa informasi dan referensi mengenai jasa penerjemah. Tanyakan kepada teman atau kenalan Anda yang pernah menggunakan jasa mereka dan menyatakan kepuasan atas jasa penerjemahan mereka. Nama baik (reputasi) seorang penerjemah biasanya terlihat dari banyaknya klien yang memberikan acuan untuk menggunakan jasanya. Sertifikasi. Anda
Search Aplikasi Holla. Hola Free VPN (juga dikenal sebagai Hola Better Internet) adalah sebuah peralatan Sebagaimana yang ada di jenis aplikasi ini, Hola Free VPN membutuhkan izin superuser Instalasi dalam 5 menit, aplikasi desktop dan mobile tersedia Pusat Bisnis Plaza Kota no Sudah bukan rahasia lah ya, bahwa mengurus rumah tangga dan buah hati bukan perkara mudah bagi para ibu muda "HOLLA
Tidak semua orang tahu cara membedakan posisi orang yang dekat di sekitar kita baik bagi segi fisik,ideology,ras atau agama atau geografi,seperti istilah yang lazim kita dengar yaitu Teman, sahabat dan kenalan seakan akan kata-kata ini hampir sama dalam penerapan tapi kalau di resapi dan di renungi bahwa kata Teman, Sahabat dan kenalan sungguh jauh berbeda baik dari
5Y4zQb. 1. Perangkat yang dapat mengubah data analog menjadi data digital atau sebaliknya digunakan alat....Modem 2. Media apa saja yang bisa digunakan untuk mengkoneksi ke internet....Saluran telepon,Modem,Hp dan Wifi card 3. Perusahaan yang menyediakan jasa internet adalah....Warnet 4. Jaringan komputer yang menggunakan sistem jaringan global dengan melalui jalur telekomunikasi seperti telepon disebut.....Internet 5. Jaringan computer yang mencakup area atau wilayah dalam satu ruang, satu gedung atau beberapa gedung yang berdekatan dapat digolongkan dalam bentuk....Intranet 6. Topologi yang mempunyai bentuk fisik jaringan seperti bintang disebut topologi....Topologi Star 7. Google adalah salah satu situs yang terkenal sangat baik dalam melayani pemakai internet sebagai.....Alat untuk browsing/ mencari informasi internet 8. Komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain didalam jaringan disebut....Server 9. Proses pengambilan data dari internet ke PC disebut dengan istilah....Downlod 10. Download adalah proses pengambilan informasi berupa file atau data yang disediakan oleh sebuah situs atau web. Berikut ini adalah extensi file hasil download kecuali....PDF,PSD,BMP,JPEG,GIF,EPS 11. Baris judul alamat internet yang terbuka dan selalu diikuti nama program Internet Explorer....Adress Bar 12. Untuk mencari Website digunakan....Search Engine 13. Apa yang dimaksud dengan e-mail ?.....Email adalah sebuah surat menyurat / prosesnya di lakukan dalam jalur jaringan elektronik komputer seperti internet 14. E-mail adalah aplikasi yang memungkinkan para pengguna internet untuk saling berkirim pesan melalui.... Media Elektronik Seperti Gmai 15. Jika kita ingin meneruskan E-mail yang diterima kemudaian kita kirimkan kembali kepada orang lain, istilah ini disebut dengan ....Bcc 16. Untuk mencari teman atau kenalan yaitu dapat menggunakan fasilitas....SOCIAL NETWORK 17. Ada tiga jenis tujuan pengiriman email, yaitu.....To,Bcc,dan cc 18. Untuk membaca kode barang yang biasa digunakan di kasir swalayan merupakan jenis scanner.....handy scanner 19. Pengertian boorkmark adalah.....penanda alamat pada suatu situs wab bowser 20. Untuk mencari alamat web yang pernah disimpan dibook mark, maka menu yang digunakan adalah.....History 21. Istilah bagi keadaan komputer yang saling berbagi dengan komputer lain adalah ....sharing 22. Jaringan komputer yang terdiri dari banyak komputer yang letaknya dalam satu ruangan disebut....LAN 23. Untuk mencari teman atau kenalan yaitu dapat menggunakan fasilitas....Social network 24. Untuk membuka email email setelah membuka layanan email, klik.....klik masukkan email kemudian masukkan pasword email 25. Chatting adalah istilah di dunia internet untuk kegiatan....fasilitas media elektronik 26. Karena begitu banyaknya web dan situs pada masa sekarang ini maka kita membutuhkan suatu alat untuk melakukan pencarian situs atau web tersebut, alat tersebut dinamakan....Search engine 27. Web browser standar bawaan dari MS. Windows adalah....internet explorer 28. Gambar paper clip di sebelah si pengirim pada inbox Outlook menunjukkan bahwa....Pesan Berbentuk Lampiran 29. Konector RJ-11 digunakan untuk menyambung....Kejaringan Telepon 30. Baris yang terdapat kotak teks untuk mengisi teks alamat internet yang ingin di kunjungi adalah....Adress bar 31. Fasilitas untuk mengecek email yang ada pada kotak email adalah....check mail 32. Browsing merupakan istilah yang digunakan untuk aktivitas....Untuk mencari informasi di dunia maya atau internet 33. Web browser yang dikembangan oleh perusahaan Microsoft adalah.....Internet Explorer 34. Web browser yang dikembangan oleh perusahaan Google adalah.....google chrome 35. Ikon pada toolbar internet explorer berfungsi untuk....mempermudah User 36. Kumpulan alamat situs web yang telah dikunjungi dapat tersimpan pada.....History 37. Untuk menyimpan alamat situs-situs kesukaan dapat menggunakan fasilitas.....Faforite 38. Tempat yang terdapat pemancar WI-FI, sehingga kita bisa mengakses internet disebut.....Hotspot area 39. Nama Domain yang di pakai di Indonesia adalah.....id 40. Kode domain untuk sekolah adalah.....sch
Kencan dapat dilakukan melalui media internet yang biasa disebut dengan kencan daring. Tulisan ini bertujuan untuk mengulas realita tentang kencan daring seperti motivasi pengguna, proses hubungan, dan bahaya dalam kencan daring. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi pustaka dengan pendekatan naratif terhadap artikel-artikel yang membahas mengenai penggunaan aplikasi kencan daring. Seseorang melakukan kencan daring untuk mendapatkan teman, pasangan, partner seksual, atau sekedar karena penasaran. Sebelum menjalin komunikasi dengan orang lain, pengguna terlebih dahulu mempersiapkan profil mengenai dirinya sesuai dengan keinginannya. Perkenalan dimulai dengan memilih calon pasangan sesuai dengan kriteria yang diharapkan. Hubungan kemudian dapat berlanjut di aplikasi lain yang lebih pribadi bahkan bisa berlanjut pada pertemuan tatap muka. Pada beberapa kasus hubungan yang terjalin dalam kencan daring dapat berlanjut pada hubungan yang lebih serius di dunia nyata. Terdapat beberapa bahaya yang dapat terjadi dalam kencan daring seperti penipuan, pemerasan, dan pelecehan seksual. Upaya menghindari dampak negatif tersebut dapat dilakukan dengan melakuan pencarian informasi baik secara pasif, interaktif, maupun aktif. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Bringing the Far Ones Closer The Opportunities and Challenges of Online Dating Mendekatkan yang Jauh Peluang dan Tantangan Kencan Online Dwi Hardani Oktawirawan1 Zanwar Yoga Pamungkas2 INSTITUTION 1Universitas Diponegoro 2Institut Teknologi Sepuluh Nopember PHONE +62 821 3495 5489 EMAIL oktawirawan DOI PAPER PAGE 1-7 PROPAGANDA is a Journal of Communication Studies which is publish twice a year on January and July. PROPAGANDA is a scientific publication media in the form of conceptual paper and field research related to communication studies. It is hoped that PROPAGANDA can become a media for academics and researchers to publish their scientific work and become a reference source for the development of science and knowledge. Kencan dapat dilakukan melalui media internet yang biasa disebut dengan kencan daring. Tulisan ini bertujuan untuk mengulas realita tentang kencan daring seperti motivasi pengguna, proses hubungan, dan bahaya dalam kencan daring. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi pustaka dengan pendekatan naratif terhadap artikel-artikel yang membahas mengenai penggunaan aplikasi kencan daring. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah Seseorang melakukan kencan daring untuk mendapatkan teman, pasangan, partner seksual, atau sekedar karena penasaran. Sebelum menjalin komunikasi dengan orang lain, pengguna terlebih dahulu mempersiapkan profil mengenai dirinya sesuai dengan keinginannya. Perkenalan dimulai dengan memilih calon pasangan sesuai dengan kriteria yang diharapkan. Hubungan kemudian dapat berlanjut di aplikasi lain yang lebih pribadi bahkan bisa berlanjut pada pertemuan tatap muka. Pada beberapa kasus hubungan yang terjalin dalam kencan daring dapat berlanjut pada hubungan yang lebih serius di dunia nyata. Terdapat beberapa bahaya yang dapat terjadi dalam kencan daring seperti penipuan, pemerasan, dan pelecehan seksual. Upaya menghindari dampak negatif tersebut dapat dilakukan dengan melakukan pencarian informasi baik secara pasif, interaktif, maupun aktif. Dating can be done through the internet, commonly referred to as online dating. This paper aims to review the realities of online dating such as user motivation, the relationship and communication process, and the dangers of online dating. The method used in this article is a literature study with a narrative approach to articles that discuss the use of online dating applications. Result of the research is Someone is dating online to get friends, romantic partners, sexual partners, or just out of curiosity. Before establishing communication with other people, the user first prepares a profile about himself according to his wishes. The introduction begins with selecting a potential partner according to the expected criteria. The relationship can then continue in other more personal applications and can even continue in face-to-face meetings. In some cases, relationships that are established in online dating can be continued into more serious relationships in the real world. Several dangers can occur in online datings such as deception, extortion, and sexual harassment. Efforts to avoid these negative impacts can be done by searching for information either passively, interactively, or actively. hubungan romantis, internet, kencan daring, komunikasi daring romantic relationships, internet, online dating, online communication PENDAHULUAN Kencan daring menjadi salah satu pilihan yang bisa dilakukan untuk menemukan pasangan selain kencan yang dilakukan secara tatap muka. Kencan daring atau online dating adalah kegiatan dimana seseorang menggunakan fasilitas internet seperti website atau aplikasi daring untuk mencari pasangan romantis Finkel et al., 2012. Seseorang bisa berkenalan dengan banyak orang melalui media elektronik tanpa harus bertemu terlebih dahulu di kehidupan nyata. Pengguna fasilitas kencan daring mempunyai kebebasan dan peluang yang besar dalam memilih calon pasangannya di dunia maya Irfan & Abidin, 2019. Banyaknya pengguna fasilitas kencan daring membuat seseorang dapat memilih calon pasangan sesuai dengan kriteria yang diharapkan Pronk & Denissen, 2019. Berbagai macam media telah digunakan untuk melakukan aktivitas kencan daring. Sebelumnya kencan daring dapat dilakukan melalui berbagai aplikasi atau website media sosial seperti Facebook dan MySpace Finkel et al., 2012. Saat ini terdapat pula aplikasi kencan daring berbasis geografi dimana pencarian partner kencan dilakukan berdasarkan lokasi pengguna. Seseorang dapat menemukan calon partner yang berada dekat dengan lokasi pengguna melalui aplikasi seperti Tinder, Tantan, dan semacamnya. Kencan yang dilakukan secara daring tentu memiliki ciri khas tersendiri jika dibandingkan dengan kencan konvensional atau secara langsung. Fasilitas kencan daring memungkinkan seseorang menjalin hubungan dengan orang baru tanpa harus melakukan pertemuan tatap muka Kusumaningtyas & Hakim, 2019. Hubungan yang dilakukan secara daring memungkinkan seseorang membangun citra diri yang positif baik melalui foto yang dipasang maupun biodata yang ditulis dalam profilnya Nugroho & Hasfi, 2019. Perkenalan yang dibangun dari fasilitas kencan daring juga dapat berlanjut pada hubungan yang lebih dekat di dunia nyata baik itu dalam bentuk hubungan romantis atau sekedar pertemanan biasa Fansher & Eckinger, 2020. Terlepas dari kemudahan yang ditawarkan dalam fasilitas kencan daring, berbagai ancaman bahaya juga mengintai penggunanya. Tidak adanya interaksi secara langsung membuat kencan daring lebih bebas dan kurang terkontrol Sari & Kusuma, 2018. Penipuan sangat mungkin terjadi dalam kencan daring mengingat komunikasi yang dilakukan adalah melalui perantara media elektronik Sharabi & Caughlin, 2019. Selain itu terdapat pula beberapa kasus pemerasan hingga pelecehan seksual baik yang dilakukan secara fisik maupun verbal AnKee & Yazdanifard, 2015; Shaari et al., 2019. Berbagai ancaman ini tentu dapat terjadi pada siapapun yang menggunakan fasilitas kencan daring. Tulisan ini dibuat untuk mengulas realita yang terjadi seputar penggunaan fasilitas kencan daring. Berbagai karakteristik kencan daring dibahas untuk memberikan gambaran mengenai motivasi dan proses yang biasa dilakukan oleh pengguna fasilitas kencan daring. Selain itu bahaya yang menjadi ancaman dalam kencan daring juga diulas untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya kesadaran akan adanya sisi negatif. Pembaca terutama pengguna fasilitas kencan daring diharapkan mampu memahami potensi dan risiko yang ada sehingga lebih bijak dan waspada dalam melakukan aktivitas kencan daring. Pada akhir pembahasan juga dipaparkan mengenai upaya yang dapat dilakukan oleh pengguna aplikasi kencan daring untuk menghindari potensi risiko negatif yang bisa terjadi. METODE Artikel ini ditulis menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan naratif narrative review. Pendekatan naratif dalam studi pustaka menekankan pada upaya untuk mengidentifikasi dan memahami berbagai hasil penelitian yang relevan dengan topik atau tujuan studi yang kemudian disintesiskan secara naratif Snyder, 2019. Studi pustaka dilakukan terhadap artikel-artikel yang terbit dalam kurun waktu 10 sepuluh tahun terakhir mengenai penggunaan aplikasi kencan daring. Analisis kualitatif terhadap artikel-artikel tersebut dilakukan dengan berfokus pada tema-tema antara lain motivasi, proses, ancaman, serta upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari dampak negatif terkait dengan aktivitas kencan daring. Vol. 3 No. 1, Januari 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN Motivasi Melakukan Kencan Daring Kencan secara daring dilakukan dengan berbagai macam tujuan, salah satunya adalah mencari lingkungan baru untuk mendapatkan jodoh atau pasangan Annisarizki, 2018. Perbedaan kondisi yang ada pada kencan daring jika dibandingkan dengan kencan secara langsung membuat seseorang memutuskan untuk mencari kenalan baru melalui internet Annisarizki, 2018; Mellania & Tjahjawulan, 2020. Seseorang memutuskan untuk melakukan kencan daring biasanya juga karena tidak berhasil menemukan pasangan ketika di kehidupan nyata atau dalam hubungan konvensional Irfan & Abidin, 2019. Kencan daring dianggap sebagai peluang atau kesempatan untuk memulai usaha baru dalam mencari pasangan. Seseorang menggunakan fasilitas kencan daring tidak semata-mata untuk mencari pasangan. Ada juga yang menggunakan aplikasi atau website kencan daring untuk mencari teman Kusumaningtyas & Hakim, 2019. Adanya fasilitas kencan daring memang membuat orang memiliki kesempatan untuk menjalin relasi baru dengan berbagai tujuan. Beberapa orang juga menggunakan fasilitas tersebut untuk sekedar mencari partner seksual atau sekedar penasaran dengan aplikasi tersebut Ferdiana et al., 2020; Nugroho & Hasfi, 2019. Menggunakan fasilitas kencan daring membuat seseorang mendapatkan pengalaman baru dalam menjalin relasi dengan orang lain. Ketika dalam dunia nyata seseorang merasa jarang diperhatikan oleh orang lain, dia dapat merasakan suasana baru di dunia maya yang dalam hal ini adalah aplikasi kencan daring Kusumaningtyas & Hakim, 2019; Mellania & Tjahjawulan, 2020. Seseorang dapat dengan mudah memulai komunikasi dengan orang lain di aplikasi kencan daring. Banyaknya pengguna aplikasi membuat peluang relasi baru menjadi semakin tinggi jika dibandingkan dengan kondisi di dunia nyata. Penggunaan aplikasi atau website kencan daring membuat seseorang mempunyai pilihan yang lebih banyak dan luas Irfan & Abidin, 2019. Banyaknya pengguna fasilitas kencan daring membuat seseorang memiliki berbagai macam karakter yang dapat dipilih untuk memulai relasi baru Annisarizki, 2018. Kondisi kencan daring seperti ini membuat orang mempunyai kecenderungan untuk mudah menolak orang lain yang bahkan sebenarnya berpotensi menjadi partner. Pengguna lebih mudah menolak orang lain karena dihadapkan dengan banyak pilihan sehingga merasa selalu ada alternatif lain untuk dipilih Pronk & Denissen, 2019. Selain itu dengan banyaknya pilihan seseorang dapat menjalin hubungan dengan beberapa orang dalam waktu yang bersamaan dan bisa menyudahi hubungan dengan mudah tanpa merasa sungkan Kusumaningtyas & Hakim, 2019. Hal tersebut dikarenakan hubungan komunikasi yang dilakukan tidak secara tatap muka sehingga seseorang merasa lebih bebas untuk memulai dan mengakhiri hubungan. Proses dalam Kencan Daring Sebelum memulai perkenalan dengan orang lain seseorang akan menyiapkan profil mengenai dirinya sendiri. Seseorang akan memiliki kecenderungan untuk menunjukkan sisi positif dari dirinya sehingga terlihat ideal bagi orang lain Sari & Kusuma, 2018. Hubungan komunikasi yang dilakukan secara daring memungkinkan seseorang untuk memilih apa saja yang mau ditampilkan kepada pengguna lain dan apa saja yang ingin disembunyikan Nugroho & Hasfi, 2019. Seseorang akan berusaha untuk mempromosikan dirinya melalui foto yang ditampilkan maupun melalui biodata yang dituliskan. Foto dan biodata yang dibuat tentu saja sesuai dengan tujuan seseorang menggunakan fasilitas kencan daring baik itu untuk mendapatkan pasangan romantis, teman, ataupun tujuan lainnya. Setelah profil pribadi berhasil dibuat, maka seorang pengguna aplikasi atau website kencan daring melakukan pencarian pengguna lain yang dianggap berpotensi untuk diajak berkenalan. Salah satu kriteria yang dijadikan pertimbangan untuk berkenalan dengan orang lain adalah foto yang dipasang pada profil pengguna Lawado & Sukardani, 2020; Waluyo & Revianti, 2019. Terlepas dari wajah atau penampilan seseorang secara fisik, kualitas foto yang dipasang juga menjadi salah satu parameter penilaian. Semakin jelas foto yang ditampilkan maka akan membuat pengguna lain lebih tertarik dan mempunyai intensi yang lebih tinggi untuk berkenalan bahkan bertemu Van der Zanden et al., 2019. Ketika seseorang merasa tidak puas dengan foto pengguna lain dia cenderung memiliki persepsi yang lebih negatif terkait kesuksesan kencan yang akan dilakukan dengan pengguna tersebut Pronk & Denissen, 2019. Biodata yang tertulis dalam profil pengguna fasilitas kencan online juga menjadi parameter penting dalam memilih partner kencan Lawado & Sukardani, 2020; Waluyo & Revianti, 2019. Melalui informasi yang disediakan dalam biodata pengguna lain, seseorang dapat menyeleksi calon partner kencannya berdasarkan kriteria yang dikehendaki Annisarizki, 2018. Kriteria yang biasanya menjadi pertimbangan antara lain adalah usia, pekerjaan, latar belakang pendidikan, hingga agama Waluyo & Revianti, 2019. Kejelasan bahasa dalam penulisan biodata juga menjadi salah satu hal penting yang biasa dijadikan pertimbangan oleh pengguna fasilitas kencan daring. Biodata dengan penulisan yang tidak jelas atau tidak sesuai dengan bahasa yang ideal dapat berdampak pada rendahnya ketertarikan pengguna lain terhadap pemilik biodata tersebut Van der Zanden et al., 2019. Penggunaan gaya tulisan dan bahasa dalam biodata dipandang memiliki keterkaitan dengan kemampuan sosial maupun akademik dari pemilik biodata. Pengguna fasilitas kencan daring bisa melakukan komunikasi atau memulai obrolan dengan pengguna lain yang dipilihnya. Pada beberapa aplikasi seperti Tinder pengguna hanya dimungkinkan untuk melakukan obrolan dengan pengguna lain yang memang saling tertarik satu sama lain atau disebut match. Seseorang juga biasanya masih melakukan seleksi terhadap pengguna lain yang masuk dalam daftar match untuk dilanjutkan pada proses komunikasi Lawado & Sukardani, 2020. Percakapan biasanya dimulai dengan perkenalan, pertanyaan basa-basi atau terkait identitas diri, serta candaan ringan. Beberapa pengguna lebih tertarik dengan orang yang memiliki karakteristik sama dengan dirinya, sehingga obrolan yang dilakukan juga bertujuan untuk menemukan kecocokan dan kesamaan dalam berbagai hal Nugroho & Hasfi, 2019; Sari & Kusuma, 2018. Komunikasi yang terjadi dalam kencan daring dapat semakin akrab ketika kedua orang saling mengungkapkan pikiran dan perasaannya masing-masing Lawado & Sukardani, 2020. Ketika obrolan sudah semakin dekat pengguna fasilitas kencan daring bisa memutuskan untuk melanjutkan komunikasi melalui aplikasi lainnya seperti Whatsapp dan Line Annisarizki, 2018; Lawado & Sukardani, 2020. Pada proses ini seseorang biasanya berusaha untuk menciptakan komunikasi yang positif bahkan ada yang menutupi status hubungannya dengan orang lain agar obrolan tetap berjalan dengan baik Nugroho & Hasfi, 2019. Berbagai fasilitas komunikasi yang ditawarkan aplikasi pesan instan seperti Whatsapp dan Line memungkinkan seseorang untuk melakukan panggilan suara bahkan video. Panggilan video video call dapat membuat seseorang mempunyai persepsi yang lebih realistis pada pengguna lain jika dibandingkan dengan sekedar melakukan komunikasi tertulis Antheunis et al., 2019. Hubungan yang dilakukan melalui kencan daring juga bisa berlanjut pada kencan secara langsung. Seseorang bisa memutuskan untuk bertemu secara tatap muka dengan kenalannya dari fasilitas kencan daring untuk menjalin hubungan yang lebih dekat Annisarizki, 2018; Lawado & Sukardani, 2020. Pertemuan secara langsung juga dilakukan sebagai upaya untuk memastikan apakah harapan yang dimiliki selama ini benar-benar sesuai dengan kondisi nyata Mardianti et al., 2019. Hal utama yang biasanya dilakukan adalah memastikan apakah orang tersebut benar-benar sesuai dengan foto dan biodata yang tertera dalam profil aplikasi kencan daringnya. Pada proses ini dapat terjadi kecocokan atau bahkan kekecewaan Lawado & Sukardani, 2020. Kekecewaan muncul ketika kondisi nyata seperti penampilan fisik tidak sesuai dengan foto yang dipasang di profil baik itu karena foto yang tertera adalah foto lama atau bahkan foto palsu Kusumaningtyas & Hakim, 2019. Hal ini dikarenakan hubungan yang dilakukan melalui dunia maya memungkinan adanya berbagai macam manipulasi sehingga potensi terjadinya kekecewaan pada tahap pertemuan tatap muka menjadi hal yang wajar terjadi Antheunis et al., 2019; Sari & Kusuma, 2018. Hubungan yang dimulai dari kencan daring dapat berlanjut pada hubungan lainnya. Terdapat orang-orang yang berhasil menemukan teman dekat bahkan pasangan atau pacar dari fasilitas kencan daring Fansher & Eckinger, 2020. Sebuah hubungan akan terus dilanjutkan ketika terdapat kecocokan dengan pengguna lain termasuk ketika bertemu secara tatap muka Lawado & Sukardani, 2020. Ketika terdapat ketidakcocokan seseorang dapat mengakhiri hubungannya dan bisa mencari calon partner lainnya yang sesuai kriteria. Selain itu kencan daring juga bisa berlanjut pada terjadinya hubungan seksual baik secara langsung maupun secara virtual seperti adanya obrolan dan pertukaran gambar dengan konten eksplisit Fansher & Eckinger, 2020. Pada kondisi yang buruk perkenalan dalam fasilitas kencan daring juga bisa berakhir dengan terjadinya tindak kejahatan baik itu penipuan dan pemerasan Sharabi & Caughlin, 2019; Sorell & Whitty, 2019. Vol. 3 No. 1, Januari 2023 Berbagai Ancaman dalam Kencan Daring Fasilitas kencan daring memiliki potensi negatif yaitu terkait dengan berbagai ancaman yang bisa merugikan penggunanya. Salah satu ancaman yang bisa terjadi adalah adanya teror dari pengguna lain yang cukup mengganggu bagi korban Waluyo & Revianti, 2019. Teror yang bermula dari aplikasi kencan online biasanya diawali dengan kegiatan menguntit stalking yang dilakukan oleh pelaku Fansher & Eckinger, 2020. Ketika identitas seseorang terpampang secara jelas dalam profil aplikasi kencan daring maka orang lain dapat dengan mudah melakukan pencarian berbagai informasi terkait data tersebut melalui internet. Sehingga menjadi hal yang mungkin terjadi ketika pelaku dapat menemukan alamat rumah bahkan alamat kantor tempat korban bekerja untuk melakukan teror. Kencan daring juga memiliki potensi negatif terkait dengan masalah seksual. Pelecehan seksual bisa saja terjadi bahkan melalui obrolan yang dilakukan dalam aplikasi kencan daring Waluyo & Revianti, 2019. Pelecehan ini bisa jadi berupa pertanyaan-pertanyaan atau penghinaan eksplisit yang dilontarkan melalui pesan yang ditulis dalam aplikasi kencan daring. Mengingat terdapat pengguna fasilitas kencan daring yang memang bertujuan untuk mencari partner hubungan seksual Fansher & Eckinger, 2020; Nugroho & Hasfi, 2019, risiko seksual juga menjadi ancaman bagi mereka. Hubungan seksual yang dilakukan dengan orang asing memiliki risiko besar terkait kesehatan seksual dimana seseorang berpotensi tertular infeksi menular seksual dari pasangannya AnKee & Yazdanifard, 2015. Potensi ini muncul karena seseorang tidak mengetahui latar belakang kehidupan seksual dari pasangan yang dikenalinya melalui fasilitas kencan daring. Kasus penipuan dengan kerugian finansial juga menjadi ancaman yang serius bagi pengguna fasilitas kencan daring. Penipuan yang dimaksud termasuk terkait dengan pemalsuan identitas pengguna sehingga korban tidak mengetahui siapa sebenarnya identitas pelaku Dewi & Irwansyah, 2021; Fansher & Eckinger, 2020; Sharabi & Caughlin, 2019. Seiring dengan terjalinnya kedekatan antara pelaku dan korban, pelaku melakukan aksinya dengan meminta pinjaman sejumlah uang untuk keperluan tertentu Sorell & Whitty, 2019. Pelaku penipuan biasanya menggunakan bahasa yang persuasif dan menunjukkan sikap yang ramah dan menjunjung tinggi korban Shaari et al., 2019. Pelaku akan mulai meminta sejumlah uang dengan berbagai modus ketika korban sudah menaruh kepercayaan kepada pelaku. Pada beberapa kasus seseorang tetap mengikuti kemauan pelaku untuk mengirimkan sejumlah uang meskipun sebenarnya sudah diperingatkan terkait adanya potensi kejahatan baik oleh pengelola aplikasi ataupun pihak perbankan Sorell & Whitty, 2019. Upaya Menghindari Dampak Negatif Kencan Daring Berbagai upaya dapat dilakukan untuk meminimalisir munculnya potensi ancaman atau dampak negatif dari aktivitas kencan daring. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengacu pada teori pengurangan ketidakpastian Rahmat & Irwansyah, 2021. Teori pengurangan ketidakpastian berawal dari pandangan bahwa ketika seseorang bertemu dengan orang asing, maka akan timbul ketidakpastian dan perlu berbagai tahapan untuk mengurangi ketidakpastian tersebut Sespiani et al., 2021. Semakin sering seseorang bertemu maka ketidakpastian akan semakin berkurang karena ada pertukaran opini, kepercayaan dan perilaku antara kedua orang tersebut. Hubungan kencan daring cenderung berlangsung cepat mulai dari proses pengenalan hingga pada proses yang lebih lanjut, namun ketidakpastian yang dirasa justru semakin besar Sespiani et al., 2021. Kondisi tersebut dikarenakan adanya kecenderungan seseorang untuk menampilkan citra terbaik dalam aplikasi kencan daring yang selanjutnya dapat memicu timbulnya kesalahan interpretasi mengenai identitas dan karakter orang lain. Semakin tinggi ketidakpastian yang dirasakan oleh pengguna aplikasi kencan daring maka pencarian informasi juga semakin diperlukan Sespiani et al., 2021. Pencarian informasi dalam hubungan kencan daring dilakukan untuk mengurangi kesalahan persepsi terhadap orang lain serta meningkatkan aspek keamanan pengguna Fernardo et al., 2020. Salah satu strategi pencarian informasi yang dapat dilakukan adalah strategi pasif yaitu dengan hanya mengobservasi calon pasangan, tanpa sepengetahuan orang tersebut. Observasi dapat dilakukan dengan mengamati media sosial yang dimiliki dan melihat bagaimana calon pasangan tersebut berinteraksi dengan teman-temannya Rahmat & Irwansyah, 2021. Strategi pasif dianggap sebagai strategi yang paling sering digunakan dan paling mudah dilakukan dalam suatu hubungan kencan daring Fernardo et al., 2020; Rahmat & Irwansyah, 2021; Sespiani et al., 2021. Strategi lain yang dapat dilakukan adalah strategi interaktif yaitu saling mencari informasi, seperti dengan meminta foto asli, meminta nomor telepon genggam, meminta akun media sosial serta menanyakan tujuan menggunakan aplikasi kencan daring ke pasangan Putra, 2020; Sespiani et al., 2021. Strategi interaktif dianggap sebagai cara yang paling efektif untuk dilakukan sebagai upaya pencarian informasi guna mengurangi ketidakpastian dalam kencan daring Fernardo et al., 2020. Strategi aktif juga dapat dilakukan yaitu dengan mencari informasi dari pihak ketiga mengenai calon pasangan Sespiani et al., 2021. Strategi tersebut tentu hanya bisa dilakukan ketika seseorang memang memiliki mutual friends yaitu teman atau kenalan yang terkait atau mengenal calon pasangan Fernardo et al., 2020. PENUTUP Seseorang menggunakan fasilitas kencan daring untuk mencari pasangan romantis, teman, partner seksual, hingga sekedar penasaran dengan aplikasi atau website kencan daring. Kencan daring memungkinkan seseorang memiliki banyak pilihan calon pasangan yang bisa diseleksi sesuai kriteria karena banyaknya pengguna yang ada. Seseorang akan memulai obrolan dengan orang yang disukai dengan topik ringan seputar identitas hingga candaan ringan. Ketika obrolan semakin dekat kedua belah pihak bisa memutuskan untuk melanjutkan komunikasi melalui aplikasi pesan instan lainnya seperti Whatsapp dan Line. Hubungan yang semakin dekat juga memungkinkan terjadinya pertemuan langsung secara tatap muka dengan persetujuan bersama. Selanjutnya hubungan yang terjalin bisa berlanjut baik dalam konteks pacaran maupun pertemanan. Kencan daring juga memiliki potensi bahaya karena juga digunakan oleh pihak-pihak yang hendak melakukan tindak kejahatan. Kejahatan yang dilakukan melalui fasilitas kencan daring antara lain penipuan, pemerasan, hingga pelecehan seksual. Pengguna diharapkan mampu lebih bijak dalam melakukan kencan daring mengingat adanya berbagai ancaman yang ada. Pencarian informasi baik secara pasif, interaktif, maupun aktif dapat dilakukan untuk mengurangi ketidakpastian yang ada sehingga dapat meminimalisir potensi terjadinya dampak negatif. DAFTAR PUSTAKA AnKee, A. W., & Yazdanifard, R. 2015. The review of the ugly truth and negative aspects of online dating. Global Journal of Management And Business Research, 154, 31–36. Annisarizki. 2018. Makna Tinder sebagai tempat mendapatkan teman hidup. Lontar Jurnal Ilmu Komunikasi, 61, 1–14. Antheunis, M. L., Schouten, A. P., & Walther, J. B. 2019. The hyperpersonal effect in online dating effects of text-based CMC vs. videoconferencing before meeting face-to-face. Media Psychology, 1–20. Dewi, N. S. P. S., & Irwansyah. 2021. Regulasi terhadap penipuan identitas Studi fenomena catfish’ pada Social Networking Sites SNS. Jurnal Studi Komunikasi, 51, 267–285. Fansher, A. K., & Eckinger, S. 2020. Tinder tales An exploratory study of online dating users and their most interesting stories. Deviant Behavior, 1–15. Ferdiana, C., Susanto, E. H., & Aulia, S. 2020. Penggunaan media sosial Tinder dan fenomena pergaulan bebas di Indonesia. Koneksi, 41, 112–118. Fernardo, E., Rahardaya, A., & Irwansyah. 2020. Studi meta-analisis pengurangan ketidakpastian di era digital Pencarian informasi di media sosial sebelum pertemuan tatap muka pertama. Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi, 42, 113–131. Finkel, E. J., Eastwick, P. W., Karney, B. R., Reis, H. T., & Sprecher, S. 2012. Online dating A critical analysis from the perspective of psychological science. In Psychological Science in the Public Interest Vol. 13, Issue 1. Irfan, M., & Abidin, Z. 2019. Perjalanan cintaku Sebuah studi fenomenologis tentang pengalaman pencarian jodoh pada pria pengguna aplikasi Ta’aruf Online Indonesia. Empati, 83, 123–137. Vol. 3 No. 1, Januari 2023 Kusumaningtyas, A. P., & Hakim, A. I. 2019. Jodoh di ujung jempol Tinder sebagai ruang jejaring baru. Simulacra, 22, 101–114. Lawado, M. R., & Sukardani, P. S. 2020. Komunikasi antarpersonal pada pasangan berbasis aplikasi kencan online Studi deskriptif mahasiswa Universitas Negeri Surabaya pengguna aplikasi tinder. Commercium, 22, 113–118. Mardianti, P., Supratman, L. P., & Rina, N. 2019. Komunikasi interpersonal pasangan Ta’aruf Online Dating di Journal Communication Spectrum, 91, 57–66. Mellania, C., & Tjahjawulan, I. 2020. Pencarian jodoh daring masyarakat urban Indonesia Studi kasus aplikasi Tinder dan OkCupid. Jurnal Senirupa Warna, 81, 19–37. Nugroho, F., & Hasfi, N. 2019. Strategi pengelolaan kesan dalam komunikasi hyperpersonal pengguna tinder. Interaksi Online, 74, 54–68. Pronk, T. M., & Denissen, J. J. A. 2019. A rejection mind-set Choice overload in online dating. Social Psychological and Personality Science, 1–9. Putra, F. B. 2020. Konstruksi teknologi aplikasi grindr sebagai pengurangan kontingensi identitas dalam Komunikasi antarpribadi homoseksual. Jurnal Studi Komunikasi, 43, 768–788. Rahmat, A. M., & Irwansyah. 2021. Penggunaan reduksi ketidakpastian ketika memulai hubungan dalam aplikasi online dating di Indonesia. Linimasa Jurnal Ilmu Komunikasi, 41, 31–43. Sari, W. P., & Kusuma, R. S. 2018. Presentasi diri dalam kencan online pada situs dan aplikasi Setipe dan Tinder. Mediator Jurnal Komunikasi, 112, 155–164. Sespiani, K. A., Apilia, M., & Irwansyah. 2021. Teori reduksi ketidakpastian dalam cyber romantic relationship. Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi, 51, 52–71. Shaari, A. H., Kamaluddin, M. R., Paizi Fauzi, W. F., & Mohd, M. 2019. Online-dating romance scam in Malaysia An analysis of online conversations between scammers and victims. GEMA Online Journal of Language Studies, 191, 97–115. Sharabi, L. L., & Caughlin, J. P. 2019. Deception in online dating Significance and implications for the first offline date. New Media and Society, 211, 229–247. Snyder, H. 2019. Literature review as a research methodology An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. Sorell, T., & Whitty, M. 2019. Online romance scams and victimhood. Security Journal, 323, 342–361. Van der Zanden, T., Schouten, A. P., Mos, M. B. J., & Krahmer, E. J. 2019. Impression formation on online dating sites Effects of language errors in profile texts on perceptions of profile owners’ attractiveness. Journal of Social and Personal Relationships, 1–21. Waluyo, L. S., & Revianti, I. 2019. Pertukaran sosial dalam online dating Studi pada pengguna tinder di Indonesia. Jurnal Informatik, 151, 21–38. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this IrfanZaenal AbidinTa’aruf adalah proses berkenalan untuk megetahui calon suami atau istri yang ingin dinikahi dengan bantuan perantara orang lain dan sesuai dengan syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman pria pengguna aplikasi Ta’arufOnline Indonesia TOI dalam pencarian jodoh mereka. Pendekatan yang digunakan untuk penelitian ini adalah kualitatif dengan metode fenomenologis dan menggunakan teknik analisis Deskripsi Fenomenologis Individual DFI.Subjek yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga orang pria pengguna aplikasi TOI yang dipilih menggunakan metode pengumpulan data dengan menggunakan wawancara. Temuan dari penelitian ini adalah Semua subjek pernah berpacaran. Proses hijrah membuat ketiga subjek memutuskan untuk berhenti pacaran dan beralih ke proses ta’aruf. Alasan subjek untuk memilih ta’aruf menggunakan aplikasi TOI adalah ; 1 Kesibukan kerja sehingga tidak punya waktu untuk ta’aruf, 2 dengan perantara ustadz atau tokoh agama, 3 rasa iseng untuk mencoba aplikasi TOI, 4 banyaknya pilihan akhwat atau wanita yang bisa diajak ta’aruf,5 niatan, dan 6 kesiapan untuk menikah. Pasca ta’aruf dengan aplikasi TOI, ditemukan subjek peneltian satu berhasil menikah, dan sisanya tidak melanjutkan proses ta’aruf Kata Kunci Ta’aruf, Aplikasi Ta’aruf Online Indonesia, Studi FenomenologiKetut Ajeng SespianiMonica ApiliaIrwansyah IrwansyahThe rapid development of technology and information in the digital era has an impact on the increasing use of social media which has brought significant changes to society. Social media has now been used by the community for various purposes, one of which is as a means of finding a partner or what we are familiar with as the phenomenon of online dating or cyber romantic relationships. The absence of a physical presence in cyber romantic relationships can lead to increased uncertainty. By using a qualitative descriptive approach method by collecting various previous studies, this writing was done to find out how the implementation of the uncertainty reduction theory of the cyber romantic relationship phenomenon in Indonesia. The results of this paper reveal that the relationships that exist in cyber romantic relationships tend to take place quickly from the introduction process to the commitment stage. Also, individuals communicate to reduce uncertainty. Passive and interactive strategy are always used in cyber romantic Saleh WaluyoIlya ReviantiPenelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan digital yang pesat di Indonesia beberapa tahun belakangan yang mengubah cara orang mencari jodoh sehingga banyak bermunculan aplikasi dan biro jodoh online. Banyak pengguna online dating yang tidak mendapatkan pasangan sehingga membuat perkembangan pengguna aplikasi online dating atau biro jodoh online menjadi aplikasi kencan online yang dipilih dalam penelitian ini adalah Tinder karena salah satu aplikasi kencan online yang paling banyak digunakan. Tesis ini membahas bagaimana perilaku pengambilan keputusan pengguna Tinder untuk melanjutkan hubungan lebih jauh dengan calon pasangan yang ditemuinya dalam Tinder berdasarkan Teori Pertukaran Sosial dan hal-hal apa saja yang turut mempengaruhi proses pengambilan keputusan ini menggunakan Teori Pertukaran Sosial dengan konsep keuntungan dan pengorbanan yang kemudian diturunkan lagi berdasarkan fitur-fitur yang ada dalam online dating ini menggunakan paradigma pascapositivisme. Peneliti akan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan peranan pertukaran sosial dalam online dating secara detail dan memperinci informasi yang yang didapat dari penelitian ini adalah pengguna online dating mencari keuntungan dari calon pasangannya dalam berbagai tahap, yaitu tahap pertama, tahap pengecekan latar belakang, dan tahap komponen pengorbanan terdapat pengorbanan yang bernilai sama diantara pria dan wanita dan juga ada yang bernilai berbeda. Kata kunciDigital; Hubungan; Online Dating; Pertukaran Sosial; TinderNovy Sartika Putri Sari DewiIrwansyah IrwansyahThe development of Social Networking Sites have affected the users. One phenomena is identity deception, widely known as 'catfish.’ Catfish appears because users can choose their own identities on social networking sites. Users may choose an identity that is considered ideal identity, even though it does not reflect the reality. In this situation, identity is being constructed and used to achieve something. This can be a threat for social networking sites users because it can be considered an infringement in the use of social networking sites. This study discuss the regulation made by the Indonesian government to deal with the threat of catfish as a form of identity deception. The research method used was the qualitative is an online dating social media that is used by the majority of young people. The presence of Tinder at the moment, has an unconscious influence on daily life. The existence of Tinder can help someone to find a friend or life partner. However, now there is a phenomenon of the function of social media online dating that is misused by the public. The purpose of this study is to find out the shift in function of social media Tinder, the choice of social media Tinder as medium to find promiscuity friends, and an increase in promiscuity among young Indonesians using social media Tinder. This study is a qualitative study with phenomenological methods. Data collection techniques in this study were in-depth interviews, participant observation, literature and the online data article. The results of this study are that there is an increase in promiscuity among young people in Indonesia using social media dating online Tinder because the majority of Tinder users has an open mindset then has high curiosity of something that has never been felt, and last because the environmental factors that support the individual to enter promiscuity. Tinder merupakan media sosial kencan daring yang digunakan mayoritas kalangan anak muda. Media sosial kencan daring Tinder dapat membantu seseorang untuk menemukan teman ataupun pasangan hidup. Namun, kini muncul fenomena fungsi media sosial kencan daring Tinder yang disalahgunakan oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui adanya pergeseran fungsi dari media sosial Tinder, pemilihan media sosial Tinder sebagai sarana untuk mencari teman pergaulan bebas, dan adanya peningkatan pergaulan bebas yang terdapat di kalangan anak muda Indonesia menggunakan media sosial Tinder. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipan, studi pustaka dan juga penelusuran data secara daring. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat adanya peningkatan pergaulan bebas di kalangan anak muda Indonesia dengan menggunakan media sosial kencan daring Tinder. Hal ini karena mayoritas pengguna Tinder mempunyai pemahaman atau pola pikir yang terbuka, rasa penasaran dan keingintahuan yang tinggi untuk mencoba sesuatu yang baru, dan faktor lingkungan yang mendukung individu untuk memasuki pergaulan Pandu Kusumaningtyas Azinuddin Ikram HakimTinder has become part of youth life in Indonesia and challenging the conventional and traditional way of courtship. The increasing of communication technology has an impact to change the way we communicate each other, a lifestyle, and a values in romance relationship. Tinder is one of products from the technology of media in the network societies. This case study research was conducted to understand how Tinder change Indonesian youth’s courtship experience. We interviewed 3 young Tinder users from different background with diverse experience. Through this study we found five interesting findings 1 Tinder has contributed to the decrease of parents role in courtship, 2 Tinder has simplified the conceptnof relationship, 3 Ttinder is a safe space for marginalized youth to express themselves, 4 Tinder is a part of arena for network society, and 5 Tinder is surrounded with various stigma from general article presents two experimental studies investigating the impact of language errors in online dating profiles on impression formation. A first study examined whether language errors have a negative effect on perceptions of attraction and dating intention and whether this effect is moderated by the presence of visual information, that is, the profile picture. This 2 Language Errors/No Language Errors × 2 Visible/Blurred Picture experiment revealed that language errors negatively affect perceptions of social and romantic attraction and that a visible picture on a profile positively affects perceptions of physical attraction. Study 2 focused on mechanical, rule-based, and informal language errors, which can each be attributed to different personality traits. Mechanical and rule-based errors lead to lower scores on, respectively, perceived attentiveness and intelligence, which in turn lead to lower attraction and dating intention scores. These results highlight the importance of error-free language use as a cue for attractiveness. Tila PronkJaap J. A. DenissenThe paradox of modern dating is that online platforms provide more opportunities to find a romantic partner than ever before, but people are nevertheless more likely to be single. We hypothesized the existence of a rejection mind-set The continued access to virtually unlimited potential partners makes people more pessimistic and rejecting. Across three studies, participants immediately started to reject more hypothetical and actual partners when dating online, cumulating on average in a decrease of 27% in chance on acceptance from the first to the last partner option. This was explained by an overall decline in satisfaction with pictures and perceived dating success. For women, the rejection mind-set also resulted in a decreasing likelihood of having romantic matches. Our findings suggest that people gradually “close off” from mating opportunities when online dating. Ashley K. FansherSara EckingerThe present study examines the differences between users and non-users of mobile-based dating applications, along with individual user experiences. To better understand the typical online dating application consumer, this research utilized quantitative analyses to compare traditional college-age users versus non-users on behavioral and attitudinal measures. Qualitative coding took place to analyze open-ended survey responses from participants regarding personal experiences. Those who use mobile-based dating applications were significantly different from non-users on all variables examined, including rates of negative drinking behaviors, drug use, sexual compulsivity, sexual deception, and negative sexual behaviors. The review of qualitative responses revealed users experiencing a wide range of negative behaviors including stalking, consensual and non-consensual explicit photo sharing, consensual and non-consensual message sharing, and deception. This article provides a framework for the identification of potential risks of using online dating applications and highlights prevention programming that will enhance the awareness of problematic online dating behaviors.