Pertamatama pilihlah benih yang bisa beradaptasi dengan kondisi lahan tanam dan memenuhi standar mutu benih yang baik. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk merawat tanaman kedelai yaitu penyulaman yang dilakukan setelah 1 minggu penanaman. Panen Kedelai ; Tahap akhir dari budidaya tanaman kedelai yang paling ditunggu-tunggu ialah 1SISTEM APLIKASI IDENTIFIKASI LAHAN UNTUK BUDIDAYA TANAMAN PANGAN MENGGUNAKAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) Uning Lestari 1 1 Jurusan Teknik Inf Author: Hadian Lesmono. 17 downloads 168 Views 907KB Size. Report. DOWNLOAD PDF. Recommend Documents. PemilihanLokasi Pemilihan lokasi untuk budi daya tanaman pangan harus memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut. (1) Penanaman pada lahan kering tidak bertentangan dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) dan Rencana Detail Tata Ruang Daerah (RDTRD). (2) Lokasi sesuai dengan peta perwilayahan komoditas yang akan diusahakan. presentasibudidaya tanaman pangan untuk tugas prakarya by raissa3dena Lahankering kedalaman parit dibuat lebih dangkal. Pemilihan lahan budidaya tanaman sayuran hendaknya memenuhi kriteria a. Kandungan unsure hara mikro seimbang, struktur tanah dengan . 2 from . Kandungan bahan organiknya tanggi dengan tingkat kemasaman rendah Pemilihan lahan budidaya untuk tanaman sayuran hendaknya memenuhi criteria. Berikutini adalah beberapa ciri-ciri umum dan juga karakteristik tertentu dari sebuah pertanian lahan basah : Memiliki kadar air yang tinggi. Sebagian atau keseluruhan dari wilayah tersebut digenangi oleh air. Merupakan lahan yang sifatnya cenderung menetap, namun ada beberapa yang merupakan lahan basah musiman. budidaya tanaman pangan. Berikut ini adalah teknik budi daya untuk tanaman hias. 1. Persiapan Lahan/Media Tanam Budi daya tanaman hias dapat dilakukan di dalam pot (polybag) atau dalam hamparan lahan. Persiapan lahan/media tanam dilakukan untuk menyediakan media tumbuh yang sesuai untuk setiap tanaman agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. 010. Data dikutip dari Publikasi Statistik Indonesia, 2015. Nilai produksi dan ongkos produksi per 100 pohon usaha budidaya tanaman kehutanan adalah rata-rata nilai produksi (selisih nilai dari tanaman kehutanan pada saat pencacahan dengan nilai tanaman setahun yang lalu untuk tanaman yang sudah dipanen/ditebang dan atau tanaman siap panen 76 Prinsip-Prinsip Dasar Dalam Pemilihan Sistem Pertanian .. 120 7.6.1. Keadaan Topografi Karakteristik Lahan Serta Tanah.. 121 7.9 Ketepatgunaan Pengairan Untuk Mencukupi Kebutuhan Air Pada Lahan Pertanian .. 136 JILID 2 BAB 8 TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN PANGAN (PADI,JAGUNG, KEDELAI) 8.1 Teknik Budidaya Padi Setelahsurvei, akhirnya mereka mendapatkan lahan (menyiapkan lahan) kurang lebih 150-200 meter persegi yang merupakan atas kerjasama perajin Jumat, 11 Maret 2022 Cari XsB11g. If you're like most people, you probably want to have a healthy-looking lawn. Besides being a great place to spend time, lawns do many things they filter pollution, buffer temperatures, absorb water, and prevent soil from washing away. The best conditions for growing a lawn include even ground with a gentle slope and no low spots deep, fertile, well-aerated loamy soil with lots of organic matter, good drainage, and a slightly acidic pH to regular supply of water minimum of 6 hours of sunshine each day air temperature of 16 to 24°C moderate foot traffic You will probably not have these ideal conditions at all times, so you should be realistic about your goals for your lawn. Reducing your need to use pesticides starts with being practical about how you want your lawn to look. Planning a new lawn Before starting your lawn, do a site assessment. Consider how you intend to use your lawn for example, as a play area, then check the following depth of the topsoil soil type, fertility, pH, and organic matter content what insects, diseases, or weeds are already present See Lifecycle of a lawn to learn more about these things. You will also want to check to see if water drains well from the site there are any steep slopes there are any shady areas with less than 6 hours of sunshine Also consider how temperature, sunlight, and rainfall conditions affect your site. Your local garden centre can tell you about your region's climate and how it affects growing conditions. Prevention is the best approach for managing any potential pest problem. Your plan should include long-term changes, like improving drainage in wet areas or replacing grass in problem areas with other types of landscaping providing good soil with enough depth and organic matter choosing the right mixture of grasses for the conditions correctly identifying any problems Preparing the soil Before adding topsoil, it is important to prepare both the site and the existing soil Clear the soil of any debris branches, concrete, plastics, large stones. Loosen the existing soil if it is compacted. Correct the grade in areas that do not drain properly. If your house is new, heavy equipment may have compacted the subsoil in your yard. Grass needs 10 to 20 cm 4 to 8 inches of good quality topsoil to grow well. Work the new topsoil into the compacted layer to prevent drainage problems. A rototiller can be very helpful for this. Add any needed amendments to the soil to create good growing conditions Compost and peat moss add organic matter to the soil and tend to acidify your soil if added often or in large quantities. Compost acts as a fertilizer. Lime increases soil pH, and sulphur decreases it. Spread some starter fertilizer on your lawn. Starter fertilizer is high in phosphorus, which stimulates the growth and development of turfgrass roots. Check your soil analysis results and ask for advice at your garden centre. Firm up the soil with light rolling so that only light footprints appear when you walk on it. Choosing grass type Lawns in Canada consist mostly of cool season turfgrass, which have their main growth periods in the spring and fall. Kentucky bluegrass needs more sun especially in the morning than many other grasses. Fine fescues are more shade tolerant and will do well on sites with only 4 to 6 hours of sunlight each day, or only late day sunlight. Ryegrass is very tolerant of wear and is suitable for sport or play areas. Bentgrass species are not good for most home lawn situations because they are high maintenance. Some cool season grass varieties like tall fescues, fine fescues, perennial ryegrass may contain beneficial fungi called endophytes, and may be more resistant to some common insect pests. Lawns can include a mix of many different plants and grasses. A lawn made up of different grass species can tolerate a range of growing conditions and may be less vulnerable to pest damage than a lawn with only one grass variety. Having a variety of plant types may also prevent pest problems from spreading to the whole lawn. Your yard may be steep or heavily shaded by trees or buildings. These special conditions require different types of grass or ground covers. Where conditions are not suitable for a lawn, try growing other ground cover plants more adapted to the area. Your local nursery may be able to help you choose plants for your particular growing conditions. Choosing seed or sod Sod provides an instant lawn is more expensive than seeding needs daily watering to make sure it establishes well The sod varieties available in your area may not necessarily be the best for your site conditions. If you decide to use sod, get a few pointers from the supplier on how to lay down sod for best results. For large areas, you may want to have professionals lay the sod. Use a roller to press the sod for good sod-to-soil contact. Keep the new sod well-watered and don't walk on it while it's wet. Seed contains a greater variety of grass species than sod initially needs to be watered more and for a longer time than sod Grass started from seed can be more vulnerable to competition from other plants in its first year than at any other time. If you decide to use seed, choose the best possible seed mixture based on your site assessment. Seed in mid-August to early September. Weeds grow slowly in the early fall and will compete less with the newly germinated grass seed. Follow the directions for your seed mix. Your site conditions will determine how much seed to use. Note that germination decreases as the seed gets older. Spread the seed, then lightly rake and roll it. Water lightly and often to maintain even moisture on the seeds in the top layer. Avoid creating puddles. Maintaining what you've started Once your lawn is started, it is important to continue to maintain your lawn, and to deal with lawn problems right away. That way, you'll be able to enjoy a healthy, beautiful lawn for years to come! For more information Good morning sahabat, bagaimana kabarnya, semoga sehat dan selalu semangat untuk menjalankan aktifitas hari ini. Budidaya tanaman pangan membutuhkan lahan atau media tanam, bibit, nutrisidan air serta pelindung tanaman untuk pengendalian hama dan organisma lain sebagai sarana budidaya. Semua sarana budidaya harus sesuai dengan pedoman yang dibuat oleh pemerintah untuk menjamin standar mutu lokasi Pemilihan lokasi untuk budidaya tanaman pangan harus memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut. - Penanaman pada lahan kering tidak bertentangan dengan Rencana Umum Tata Ruang RUTR dan Rencana Detail Tata Ruang Daerah RDTRD. - Lokasi sesuai dengan peta pewilayahan komoditas yang akan diusahakan. Apabila peta pewilayahan komoditas belum tersedia, lokasi harus sesuai dengan Agro Ecology Zone ARZ untuk menjamin produktivitas dan mutu yang tinggi. - Lahan sangat dianjurkan jelas status kepemilikan dan hak penggunaannya. - Lahan harus jelas pengairannya. - Riwayat lokasi diketahui Riwayat lokasi dapat diketahui dengan mencatat riwayat penggunaan lahan Pemetaan lahan Sebelum melaksanakan usaha produksi tanaman pangan, dilakukan pemetaan penggunaan lahan sebagai dasar perencanaan rotasi/pergiliran pembibitan dan penanaman. Kesuburan lahan - Lahan untuk budidaya tanaman pangan harus memiliki kesuburan tanah yang cukup baik. - Kesuburan tanah yang rendah dapat diatasi melalui pemupukan, menggunakan pupuk organik dan/atau pupuk anorganik. - Untuk mempertahankan kesuburan lahan, dilakukan rotasi/pergiliran tanaman. Saluran drainase atau saluran air Saluran drainase agar dibuat, ukurannya disesuaikan kondisi lahan dan komoditas yang akan diusahakan. Konservasi lahan Lahan untuk budidaya tanaman pangan ialah lahan datar sampai dengan lahan berkemiringan kurang dari 30% yang diikuti dengan upaya tindakan konservasi. Untuk kemiringan lahan >30%, wajib dilakukan tindakan konservasi. Pengelolaan lahan dilakukan dengan tepat untuk mencegah terjadinya erosi tanah, pemadatan tanah, perusakan struktur, dan drainase tanah, serta hilangnya sumber hara tanah. Benih - Varietas yang dipilih untuk ditanam ialah varietas unggul atau varietas yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian. - Benih atau bahan tanaman disesuaikan dengan agroekosistem budidayanya serta memiliki sertikat dan label yang jelas jelas nama varietasnya, daya tumbuh, tempat asal dan tanggal kedaluwarsa, serta berasal dari perusahaan/penangkar yang terdaftar. - Benih atau bahan tanaman harus sehat, memiliki vigor yang baik, tidak membawa dan atau menularkan organisme pengganggu tanaman OPT di lokasi usaha produksi. - Apabila diperlukan, sebelum ditanam, diberikan perlakuan seed treatment. Tanaman pangan dari kelompok serealia dan kacang-kacangan diperbanyak dengan menggunakan benih, sedangkan tanaman umbi-umbian diperbanyak dengan menggunakan stek. Benih adalah biji sebagai bagian regeneratif tanaman yang digunakan sebagai bahan untuk pertanaman, sedangkan stek adalah bagian vegetatif tanaman yang dijadikan bahan perbanyakan tanaman. Benih yang digunakan harus bermutu baik yang meliputi mutusik, siologis, maupun mutu genetik. Sebaiknya benih yang ditanam diketahui nama varietasnya. Pupuk Pupuk adalah bahan yang diberikan pada tanaman atau lahan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Pupuk terdiri atas dua jenis, yaitu pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, seperti kompos atau pupuk kandang. Saat ini sudah tersedia berbagai pupuk organik yang siap pakai. Pupuk anorganik berasal dari bahan-bahan mineral, seperti KCL, Urea, dan TSP. Pupuk dapat digolongkan juga ke dalam 3 jenis pupuk a. Pupuk anorganik yang digunakan, yaitu jenis pupuk yang terdaftar, disahkan atau direkomendasikan oleh pemerintah. b. Pupuk organik, yaitu pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari tanaman atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk mensuplai bahan organik, memperbaiki sifat _sik, kimia, dan biologi tanah. c. Pembenah tanah, yaitu bahan-bahan sintetis atau alami, organik atau mineral berbentuk padat atau cair yang mampu memperbaiki sifat _sik kimia dan biologi tanah. Pemupukan diusahakan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dengan dampak yang sekecil-kecilnya, serta memenuhi lima tepat tepat jenis, yaitu jenis pupuk mengandung unsur hara makro atau mikro sesuai dengan kebutuhan tanaman, dengan memperhatikan kondisi kesuburan lahan; tepat mutu, yaitu harus menggunakan pupuk yang bermutu baik, sesuai standar yang ditetapkan; tepat waktu, yaitu diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan, stadia tumbuh tanaman, serta kondisi lapangan yang tepat; tepat dosis, yaitu jumlah yang diberikan sesuai dengan anjuran/rekomendasi spesik lokasi; tepat cara aplikasi, yaitu disesuaikan dengan jenis pupuk, tanaman dan kondisi lapangan. Beberapa standar yang harus dipenuhi terkait dengan pupuk adalah sebagai berikut. Informasi ketersediaan pupuk a. Informasi stok pupuk di setiap wilayah selalu diperbaharui dan diinformasikan kepada pihak-pihak terkait untuk pembinaan lebih lanjut di tempat usaha produksi tanaman pangan. b. Dinas pertanian setempat agar berkoordinasi dengan produsen pupuk sebagai penanggung jawab dalam pengamanan ketersediaan pupuk dengan menginformasikan lokasi dan jadwal tanam di setiap wilayah. Penyimpanan pupuk penyimpanan pupuk harus bersih, aman, kering, dan di tempat tertutup. pupuk tidak disatukan dengan penyimpanan pestisida atau stok benih dan produk segar. Kompetensi dan penyuluh sangat dianjurkan mempunyai keahlian tentang pupuk dan pemupukan. cara pemupukan mengacu pada rekomendasi penyuluh yang ahli di bidangnya. Pencatatan a. Pencatatan tidak hanya untuk pemakaian pupuk, pada tetapi seluruh kegiatan usaha tani sehingga diketahui capaian pendapatan petani. b. Semua pemakaian pupuk sangat dianjurkan untuk dicatat. Catatan mencakup lokasi, tanggal pemakaian, jenis pupuk, jumlah pupuk, dan cara pemupukan. c. Khusus untuk pupuk, sangat dianjurkan petani menyimpan kwitansi pembelian pupuk dari kios yang bersangkutan, sebagai antisipasi terhadap peredaran pupuk palsu. Pelindung Tanaman Perlindungan tanaman, harus dilaksanakan sesuai dengan sistem Pengendalian Hama Terpadu PHT, menggunakan sarana dan cara yang tidak mengganggu kesehatan manusia, serta tidak menimbulkan gangguan dan kerusakan lingkungan hidup. Perlindungan tanaman dilaksanakan pada masa pratanam, masa pertumbuhan tanaman dan/atau masa pascapanen, disesuaikan dengan kebutuhan. Standar pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman OPT 1. Tindakan pengendalian OPT dilaksanakan sesuai anjuran. Penggunaan pestisida merupakan alternatif terakhir apabila cara-cara yang lain dinilai tidak memadai. 2. Tindakan pengendalian OPT dilakukan atas dasar hasil pengamatan terhadap OPT dan faktor yang mempengaruhi perkembangan serta terjadinya serangan OPT. 3. Penggunaan sarana pengendalian OPT pestisida, agens hayati, serta alat dan mesin, dilaksanakan sesuai dengan anjuran baku dan dalam penerapannya telah mendapat bimbingan latihan dari penyuluh atau para ahli di bidangnya. 4. Dalam menggunakan pestisida, petani harus sudah mendapat pelatihan. Pestisida adalah pengendali OPT yang menyebabkan penurunan hasil dan kualitas tanaman baik secara langsung maupun tidak langsung, namun efektif terhadap OPT yang menyerang. Pestisida terdiri atas pestisida hayati maupun pestisida buatan. Petisida yang digunakan harus pestisida yang telah terdaftar dan diizinkan Menteri Pertanian untuk tanaman yang bersangkutan. Penyimpanan pestisida pun harus memenuhi persyaratan sebagai berikut 1. Pestisida harus disimpan di tempat yang baik dan aman, berventilasi baik, dan tidak bercampur dengan material lainnya. 2. Harus terdapat fasilitas yang cukup untuk menakar dan mencampur pestisida 3. Tempat penyimpanan sebaiknya mampu menahan tumpahan antara lain untuk mencegah kontaminasi air. 4. Terdapat fasilitas untuk menghadapi keadaan darurat, seperti tempat untuk mencuci mata dan anggota tubuh lainnya, persediaan air yang cukup, pasir untuk digunakan apabila terjadi kontaminasi atau terjadi kebocoran. 5. Akses ke tempat penyimpanan pestisida terbatas hanya kepada pemegang kunci yang telah mendapat pelatihan. 6. Terdapat pedoman atau tata cara penanggulangan kecelakaan akibat keracunan pestisida yang terletak pada lokasi yang mudah dijangkau. 7. Tersedia catatan tentang pestisida yang disimpan. 8. Semua pestisida harus disimpan dalam kemasan aslinya. 9. Tanda-tanda peringatan potensi bahaya pestisida diletakkan pada pintu-pintu masuk. Risiko bahaya yang dimiliki oleh pestisida dilakukan dengan analisis residu pestisida 1. Analisis residu pestisida mengacu pada penilaian risiko. 2. Hasil analisis dapat ditelusuri kepada lokasi produk. 3. Pemerintah melakukan pengambilan contoh dan menganalisis residu, penanam dan pemasok pestisida mampu memberikan bukti hasil pengujian pestisida. 4. Laboratorium yang digunakan untuk analisis residu merupakan lembaga yang telah memperoleh akreditasi atau lembaga yang telah ditunjuk oleh menteri. Pengairan Setiap budidaya tanaman pangan hendaknya didukung dengan penyediaan air sesuai kebutuha n dan peruntukannya. Air hendaknya dapat disediakan sepanjang tahun, baik bersumber dari air hujan, air tanah, air embun, tandon, bendungan ataupun sistem irigasi/pengairan. Air yang digunakan untuk irigasi memenuhi baku mutu air irigasi, dan tidak menggunakan air limbah berbahaya. Air yang digunakan untuk proses pascapanen dan pengolahan hasil tanaman pangan. Memenuhi baku mutu air yang sehat. Pemberian air untuk tanaman pangan dilakukan secara efektif,efisien, hemat air dan manfaat optimal. Apabila air irigasi tidak mencukupi kebutuhan tanaman guna pertumbuhan optimal, harus diberikan tambahan air dengan berbagai teknik irigasi. Penggunaan air pengairan tidak bertentangan dengan kepentingan masyarakat di sekitarnya dan mengacu pada peraturanyang ada. Pengairan tidak boleh mengakibatkan terjadinya erosi lahan maupun tercucinya unsur hara, pencemaran lahan oleh bahan berbahaya, dan keracunan bagi tanaman serta lingkungan hidup. Kegiatan pengairan sebaiknya dicatat sebagai bahan dokumentasi. Penggunaan alat dan mesin pertanian untuk irigasi/penyediaan air dari sumber, harus memenuhi ketentuan sesuai peraturan perundang-undangan dan dapat diterima oleh masyarakat. Sumber dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.