81K Likes, 131 Comments. TikTok video from Dramatv (@dramaatv_): "Sinetron bawang merah bawang putih #sinetronbawangmerahbawangputih #sinetron #dramaindonesia #fypdongggggggg #masukberanda #foryoupage". suara asli.
Menerimasentuhan pengarah S. Roomai Noor, filem Bawang Putih Bawang Merah mengangkat kisah lara kehidupan seorang gadis kampung bernama Bawang Merah yang diseksa oleh ibu dan kakak tiri, Kundor dan Bawang Putih selepas kematian ibunya, Labu. Diterajui oleh Latifah Omar, Umi Kalthom, Mustapha Maarof, Siti Tanjung Perak dan Aminah Yem, filem
ViewPemeran drama Bawang Merah dan Bawang COM MISC at Trisakti University. Pemeran drama Bawang Merah dan Bawang Putih 1. Bawang Merah (Amalia Nurul ) 2. Bawang Putih ( Elisa Zahara. Study Resources. Main Menu; by School; by Literature Title; by Subject; Textbook Solutions Expert Tutors Earn.
Dialogdrama Bawang Merah & Bawang Putih BABAK 1 Kukuruyuk (suara Ayam jantan berkokok), suasana pedesaan yang asri dengan kehidupan dan pertanian yang kaya di negeri itu, semua warga desa seperti biasanya bergegas ke lahan pesawahan). (Dari kejauhan tampak seorang ibu membawa bakul sangat terburu-buru berlari hingga tergopoh-gopoh dan tersungkur).
kita bisa memperlihatkan drama bawang merah & bawang putih, tari piring, tari kecak, kolintang,dsb. TARI MARHABAN DI SANGGAR NONGSARI KABUPATEN .275
Jakarta(ANTARA) - Program #MusikaldiRumahAja kembali hadir membawakan kisah rakyat terbaru yang dibungkus dengan nilai-nilai filosofis dan sentuhan teknologi melalui musikal "Bawang Merah & Bawang Putih", yang akan disiarkan Kamis (20/8) pukul 20.00 WIB di kanal YouTube Indonesia Kaya. Sutradara teater Sari Madjid mengatakan, kisah legenda ini
Program#MusikaldiRumahAja kembali hadir membawakan kisah rakyat terbaru yang dibungkus dengan nilai-nilai filosofis dan sentuhan teknologi melalui musikal "Bawang Merah & Bawang Putih", yang akan disiarkan Kamis (20/8) pukul 20.00 WIB di kanal YouTube Indonesia Kaya. Sutradara teater Sari Madjid mengatakan, kisah legenda ini diadaptasi dari
CaraMengusir Tikus dengan Bawang Putih dan Bawang Merah. Dukutip dari Intisari via laman Livspace, cara penggunakan bawang putih dan bawang merah untuk mengusir tikus ini juga cukup mudah. Genre Drama Korea Tentang Love Hate Relationship Bikin Gemas! Usai Acara, J-Hope BTS Unggah Momen Seru Saat Tampil di Lollapalooza!
vWardrobe (kostum dan make up) disini saya menyajikan naskah drama bawang merah dan bawang putih dengan cukup banyak perbedaan, diantaranya dengan jumlah tokoh 10 orang dan 1 lagi yang terpenting, pada umumnya bawang merah dan bawang putih diperankan oleh perempuan, namun dalam drama ini saya membuat khusus untuk diperankan laki laki
rumpakdan tanjak anak palembang - Ungu, All Size di Tokopedia ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Cicilan 0% ∙ Kurir Instan.
qdGA. Contoh Naskah Drama Bawang Merah Bawang Putiha – Ada banyak sekali cerita rakyat yang kerap dijadikan sebagai inspirasi dalam membuat naskah drama. Salah satunya saja adalah kisah Bawang Merah dan Bawang Putih. Nah, dalam artikel ini sudah dirangkumkan informasi terkait sinopsis dan contoh naskah drama Bawang Merah dan Bawang Putih. Berikut Sinopsis dan Contoh Naskah Drama Bawang Merah Bawang Putih Singkat Daftar IsiBerikut Sinopsis dan Contoh Naskah Drama Bawang Merah Bawang Putih Singkat Sinopsis dan Contoh Naskah Drama Bawang Merah Bawang Putih Daftar Isi Berikut Sinopsis dan Contoh Naskah Drama Bawang Merah Bawang Putih Singkat Sinopsis dan Contoh Naskah Drama Bawang Merah Bawang Putih Bawang Merah dan Bawang Putih merupakan salah satu cerita rakyat Indonesia yang begitu populer. Bahkan, cerita rakyat yang satu ini sering diadaptasi ke bentuk film ataupun buku cerita. Kisah tentang dua orang saudara tiri, yaitu Bawang Putih dan Bawang Merah ini memang telah menjadi salah satu bagian dari karya sastra lisan yang paling berumur panjang di Nusantara. Nah, pada kesempatan kali ini, sudah dirangkumkan sinopsis dan contoh naskah drama Bawang Merah dan Bawang Putih yang bisa menjadi inspirasi. Sinopsis dan Contoh Naskah Drama Bawang Merah Bawang Putih Alkisah, pada dahulu kala di sebuah desa yang asri, hiduplah sepasang orangtua dan seorang anak perempuannya. Anak perempuan itu bernama Bawang Putih. Meskipun dia tidak memiliki paras yang cantik, namun Bawang Putih memiliki hati dan sikap yang sangat baik. Bawang Putih lahir dari keluarga yang bahagia. Ayahnya adalah seorang konglomerat yang kaya raya. Namun, suatu hari ibu Bawang Putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang Putih pun sangat berduka, begitu pula ayahnya. Bawang Putih “Ayah, mengapa ibu pergi meninggalkan kita begitu cepat?” sambil memeluk ayahnya Ayah “Ini memang sudah takdirnya, nak! Kamu harus tabah ya.” Bawang Putih “Tapi kenapa sangat cepat yah, aku sama siapa sekarang kalau sudah tidak ada ibu yah!” Ayah “Sudahlah anakku yang sudah biarkan sudah, kamu masih mempunyai ayah yang akan selalu menjaga kamu.” berpelukan. Di desa yang asri itu pula tinggalah seorang janda dengan anak gadisnya bernama Bawang Merah. Sejak ibu Bawang Putih meninggal dunia, ibu Bawang Merah pun sering berkunjung kerumah Bawang Putih. Dia sering membawakan makanan hingga membantu Bawang Putih membereskan rumahnya. Bahkan seringkali ia datang hanya untuk menemani Bawang Putih dan ayahnya ngobrol. Ibu Bawang Merah “Bawang Putih, ini ada sedikit makanan ibu bawakan untuk kamu dan ayahmu ya.” Bawang Putih “Waduh kok repot-repot bu, Terima kasih banyak ya bu!” Ibu Bawang Merah “Iya, sama-sama. Jangan sungkan sama ibu kalau butuh bantuan ya. Yasudah ibu pamit pulang dulu, ya!” Ayah “Oh, iya bu terima kasih ya bu. Maaf sudah merepotkan, salam buat Bawang Merah ya! Ibu Bawang Merah “Gapapa mas, tidak perlu sungkan. Iya mas, nanti saya sampaikan salamnya untuk Bawang Merah!” Karena merasa Bawang Putih butuh peran seorang ibu, sang ayah pun berpikir bahwa mungkin lebih baik jika ia menikah saja dengan ibu Bawang Merah. Dengan berbagai pertimbangan dan mendapatkan persetujuan dari Bawang Putih, sang ayah pun menikah dengan ibu Bawang Merah. Ayah “Bawang Putih sepertinya kamu butuh peran seorang ibu. Ayah khawatir jika ayah sudah tiada, nanti siapa yang akan merawat kamu. Jika ayah menikah dengan ibu Bawang Merah, apakah kamu setuju?” Bawang Putih “Aku sudah begitu percaya denagn keputusan ayah, aku cuma akan mematuhinya saja. Lagi pula, ibu Bawang Merah juga sangat baik kepadaku.” Ayah “Baiklah, bila engkau menyetujuinya. Ayah akan memperlihatkan maksud ayah kepada ibu Bawang Merah.” Datangnya Ibu Baru Begitu menerima persetujuan dari sang anak, ayah Bawang Putih pun mendatangi ibu Bawang Merah dan menyatakan maksud untuk melamarnya. Akhirnya, mereka pun menikah. Ibu Bawang Merah dan sang anak tinggal satu atap dengan Bawang Putih dan sang ayah. Di awal pernikahan tersebut, ibu Bawang Merah tampak selalu baik hati kepada Bawang Putih. Semua pun terlihat baik-baik saja. Hingga pada suatu hari, sang ayah harus bepergian ke luar kota dan pergi meninggalkan rumah selama beberapa hari. Kehidupan Bawang Putih pun sontak berubah. Seolah bertolak belakang dengan sifat ketika sang ayah ada di rumah, ibu tiri dan Bawang Merah selalu bersikap pilih kasih dan lebih menyayangi Bawang Merah. Ibu bawang merah “Hei Bawang Putih, kerjamu jangan cuma bermalas-malasan saja. Sana bersih-bersih dan beres-beres rumah!” Bawang Putih “Baiklah bu, akan saya laksanakan.” Bawang Merah “Putih, jangan lupa juga kau mesti mencucikan bajuku dan membersihkan barang-barangku hari ini!” Bawang Putih “Baiklah kak, akan saya kerjakan.” Pada suatu hari, sang ayah pun mengalami sakit keras hingga akhirnya meninggal dunia. Bawang Putih pun menjadi seorang yatim piatu. Semenjak sang ayah sudah tiada, sang ibu tiri dan Bawang Merah semakin bertindak keterlaluan terhadap Bawang Putih. Ibu Bawang Merah “Hai Bawang Putih, kamu setiap hari harus bangun pagi-pagi. Jangan lupa untuk menyiapkan makanan, beres-beres rumah dan lain-lain. Paham kan kau?” Bawang Putih “Iya ibu, saya mengetahuinya. Akan saya lakukan.” Nestapa Bawang Putih Meskipun selalu diperlakukan seenaknya, Bawang Putih tidak pernah membenci ibu dan saudara tirinya. Dia selalu bersikap baik dan mematuhi segala perintah mereka. Hingga suatu, Bawang Putih menghadapi masalah besar karena menghayutkan salah satu baju milik ibu tirinya ketika sedang mencuci pakaian di pinggir sungai. Bawang Putih pun menyusuri setiap sisi sungai untuk menemukan keberadaan baju ibu tirinya itu. Ia sangat takut, jika ia tidak menemukannya, ibu tirinya pasti akan sangat marah. Namun, Bawang Putih tidak berhasil menemukan baju sang ibu. Dengan putus asa, ia pun kembali kerumah dan menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya. Bawang Putih “Bu, maafkan Putih karena baju ibu hanyut terbawa arus ketika Putih sedang mencucinya.” Ibu “Apa? Dasar ceroboh! Ibu tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu dan jangan berani pulang ke rumah kalau kamu belum menemukannya, mengerti? Dengan bersedih, Bawang Putih pun terpaksa menuruti perintah ibu tirinya. Dia kembal menyusuri sungai tempat ia mencuci tadi. Matahari pun mulai meninggi, namun Bawang Putih tak kunjung menemukan baju milik sang ibu. Dia pun memasang matanya dengan teliti, diperiksanya setiap juliuran akar pohon yang menjorok ke sungai dan berharap menemukan baju sang ibu tersangkut di sana. Namun, pencarian Bawang Putih tersebut pun belum berhasil. Setelah matahari sudah mulai terbenam, ia melihat seorang ibu yang hendak pergi ke pasar. Bawang Putih “Permisi, bi.” Bibi “Ya nak, ada yang bisa bibi bantu?” Bawang Putih “Bibi, apakah bibi melihat ada baju berwarna merah yang hanyut lewat sini? Baju ibu saya terbawa arus sungai, saya harus menemukannya dan membawanya pulang.” Bibi “Oh baju berwarna merah ya nak? Iya nak, tadi bibi ada lihat. Coba kamu telusuri sungai ini hingga menemukan sebuah gubuk, di sana ada seorang nenek. Pasti baju yang kamu cari sudah sampai di ujung sungai tepat di mana gubuk nenek itu berdiri. Mungkin sang nenek yang ada menemukan baju yang kamu cari nak.” Bawang Putih “Baiklah bibi, saya akan kesana. Terimakasih!” Bibi “Sama-sama, nak.” Pertolongan untuk Bawang Putih Hari pun sudah mulai gelap, Bawang putih pun sudah mulai merasa putus asa karena tak kunjung menemukan baju sang ibu. Ia pun terus menyusuri sungai tersebut mengikuti saran Bibi yang ia temui. Hingga akhirnya, ia melihat cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di dekat tepian ujung sungai. Bawang Putih pun segera menghampiri gubuk itu dan mengetuknya. Bawang Putih “Permisi.” tampak berbicara dengan seorang nenek yang sedang duduk di depan gubuknya Nenek “Iya nak, siapa kamu?” Bawang Putih “Saya Bawang Putih, nek. Saya datang kemari ingin menanyakan, apakah nenek ada melihat baju ibu saya yang hanyut di sungai?” Nenek “Baju berwarna merah ya nak? Iya, tadi nenek melihat baju itu tersangkut di depan rumahku. Sayang, padahal aku sangat menyukai baju itu. Tapi, baiklah aku akan mengembalikannya kepadamu dengan syarat kamu harus menemeniku disini selama beberapa hari. Aku sudah lama aku tidak ngobrol dengan siapapun dan butuh ditemani. Bagaimana?” Bawang Putih “Baiklah nek, saya akan menemani nenek dan tinggal disini selama beberapa hari asalkan nenek tidak bosan saja dengan saya.” berbicara dengan nada bercanda Tinggal Bersama Nenek Akhirnya, Bawang Putih pun tinggal bersama dengan nenek itu selama seminggu lamanya. Setiap hari, Bawang Putih selalu membantuk berbagai pekerjaan rumah nenek. Tentu saja si nenek merasa sangat senang. Hingga akhirnya sudah genap seminggu, dan sang nenek pun memanggil Bawang Putih. Nenek “Nak, kini sudah genap seminggu kamu tinggal disini. Aku merasa sangat senang karena kamu sangat baik hati dan berbakti kepada orangtua. Untuk itu sesuai janjiku, kau boleh membawa kembali baju ini pulang ke rumah. Dan satu lagi, kamu juga boleh memilih salah satu dari labu kuning ini sebagai hadiah!” menunjukkan dua buah labu Bawang Putih “Tidak usah repot-repot, nek!” Nenek “Ayolah, Bawang Putih. Tidak apa-apa.” Bawang Putih “Yasudah nek, Putih memilih yang kecil saja ya.” Nenek “Mengapa kamu memilih buah yang kecil, nak?” Bawang Putih “Tidak apa-apa nek. Saya takut tidak kuat jika harus membawa yang besar, nek.” Nenek tersenyum Bawang Putih pun pulang ke rumah sambil membawa baju dan buah labu kuning. Sesampainya di rumah, Bawang Putih langsung menyerahkan baju merah milik ibu tirinya. Bawang Putih “Ibu, maaf saya baru kembali. Saya baru berhasil menemukan baju ibu. Ini Bajunya.” Bawang Merah “Heh gembel, apa itu yang kamu bawa?” menunjuk buah labu kuning Ibu “Iya, apa itu yang kamu bawa?” dengan nada membentak Bawang putih “Ini buah labu, bu. Tadi aku diberikan oleh nenek-nenek yang menemukan baju ibu.” Bawang Merah “Sini, berikan labunya.” merah pun membanting labu itu Bawang Putih “Merah, jangan!” Labu kuning tersebut pun jatuh terbanting oleh Bawang Merah hingga akhirnya terbelah. Bawang Merah dan sang ibu pun langsung berteriak kegirangan karena melihat isi dari buah labu tersebut. Bawang Merah “Heh gembel! Kamu dapat dari mana labu berisi emas dan permata ini?” Ibu “Iya, dari mana kamu mendapatkan buah ajaib ini?” Bawang Putih “Aku mendapatkan labu ini dari …..” hening sejenak Bawang Merah “Dari mana Putih? Jawab!” Bawang Putih “Ketika aku mencari baju ibu yang hanyut terbawa arus sungai, hari sudah gelap sehingga aku harus menginap di sebuah rumah milik seorang nenek di pinggir sungai. Aku pun diminta oleh nenek itu untuk menemaninhya selama seminggu. Setelah genap seminggu dan ketika ingin pamit pulang, aku diberi hadiah ini.” Rencana Licik Setelah mendengar cerita Bawang Putih, Bawang Merah pun berencana untuk melakukan hal yang sama agar bisa mendapatkan hadiah seperti itu. Ibu “Bawang Merah kamu harus melakukan apa yang dilakukan oleh anak sialan itu” Bawang Merah “Baiklah ibu!” Ibu “Kalau begitu, besok pagi kamu harus pergi ke sungai.” Bawang Merah “Baik bu!” Keesokan harinya Bawang Merah pun menghanyutkan bajunya ke sungai, hingga akhirnya ia tiba di gubuk nenek yang diceritakan oleh Bawang Putih. Bawang Merah “Nek, apakah nenek ada melihat bajuku bewarna merah yang hanyut di sungai ini?” Nenek “Nenek tau, tapi kamu harus menginap disini selama seminggu kalau ingin nenek mengembalikannya.” Bawang Merah “Baiklah, nek! Akan kutemani nenek selama seminggu.” Selama seminggu Bawang Merah menginap di rumah sang nenek hanya dengan bermalas-malasan. Jikalau pun ada yang ia kerjakan, pasti berujung dengan hasil yang tidak bagus karaena dikerjakan secara asal-asalan. Akhirnya setelah seminggu lamanya, sang nenek membolehkan Bawang Merah pulang. Bawang Merah “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?” Nenek “Ya, sudah silahkan kamu memilih salah satu dari labu ini!” Bawang Merah mengambil yang besar, langsung pergi Sesampainya di rumah, Bawang Merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Karena takut Bawang Putih meminta bagian, mereka menyuruh Bawang Putih untuk pergi ke sungai selagi mereka membuka labu tersebut. Ibu “Putih sana pergi ke sungai cuci baju-baju yang kotor.” Bawang Putih “Baiklah, bu ! “ Setelah Bawang Putih pergi, mereka pun membelah buah labu tersebut. Namun ternyata, buah labu tersebut tidak menyimpan emas namun puluhan ular berbisa. Binatang tersebut pun langsung menyerang Bawang Merah dan Ibunya hingga akhirnya keduanya tewas. Nah, itulah contoh sinopsis dan naskah drama Bawang Merah dan Bawang Putih singkat yang bisa Mamikos bagikan kepada kamu. Semoga bermanfaat dan menginspirasi kamu ya! Jika kamu ingin mencari informasi menarik dan bermanfaat lainnya, kamu tinggal kunjungi situs blog Mamikos dan temukan informasi lengkapnya di sana. Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta
Cerita legenda Bawang Merah dan Bawang Putih merupakan salah satu cerita legenda yang sangat populer yang akhirnya banyak digunakan di pementasan drama. Dan bagi Anda yang sedang mencari contoh teks drama tentang Bawang Merah dan Bawang Putih, berikut ini contoh dialognya. Ternyata ke Korea Itu Sangat Murah Nginap di Hotel Tokyo Servisnya Bikin Nyut-nyut! Quebec Bikin Gak Mau Pulang! Contoh drama lainnya Contoh naskah drama lingkungan Contoh drama bahasa Inggris tema cinta Contoh naskah drama motivasi Sinopsis Drama Bawang Merah & Bawang Putih Pada dahulu kala tinggalah sebuah keluarga disebuah desa. Mereka terdiri dari ayah, ibu, dan seorang gadis remaja dengan nama Bawang Putih. Mereka adalah sebuah keluarga yang hidup bahagia. Kendati ayah Bawang Putih hanyalah seorang pedagang biasa, namun mereka bisa hidup dengan sangat rukun dan sentosa hingga pada suatu hari ibu Bawang Putih sakit parah yang akhirnya meninggal dunia. Bawang Putih sangat berduka dengan meninggalnya ibunda tercintanya itu, begitu juga dengan ayahnya, ia merasakan duka yang sangat mendalam harus menerima kenyataan itu. Dialog drama Bawang Merah & Bawang Putih Bawang PutihAyah, kenapa sih ibu harus pergi meninggalkan kita dengan begitu cepatnya? AyahIni memang sudah menjadi kehendak yang maha kuasa, nak. Bawang PutihYa, sudah lah, yah.. memang sudah menjadi ketentuan yang maha kuasa. AyahYa, benar anakku. Biarlah, ini memang sudah ditentukan-Nya. Di desa itu terdapat seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Semenjak ibu Bawang Putih meninggal ibu Bawang Merah sering menyempatkan diri untuk berkunjung kerumah Bawang Putih. Ibu Bawang Merah sering membawakan makanan untuk Bawang Putih dan ayahnya, membantu Bawang Putih bersih-bersih rumah, dan juga menemani Bawang Putih dan ayahnya untuk berbagi lewat obrolan. Ibu Bawang MerahBawang Putih… ini saya bawakan makanan untuk kamu. Bawang PutihIya, terima kasih banyak bu sudah membawakan makanan untuk Bawang Putih. Ibu Bawang MerahYa, sama-sama, ibu cuman nggak pengen lihat kamu kurang makan. Ya sudah, kalau gitu ibu pamit pulang dulu. Ayah Bawang Putih Bu, nitip salam ya buat Bawang Merah. Cari Loan / Kredit Terbaik? Kredit Mobil Kurang Puas? ACC yang Perlu Kamu Tau! Ibu Bawang Merah Iya, nanti aku sampaikan ke Bawang Merah. Kedekatan Ayah Bawang Putih dengan ibu Bawang Merah yang dirasanya sangat baik hati membuat ayah Bawang Putih kepikiran untuk menikahi ibu Bawang Merah. Dengan meminta pertimbangan dari Bawang Putih, kemudian ayah Bawang Putih menikah dengan ibu Bawang Merah. Ayah Bawang PutihBawang Putih, andai saja ayah menikahi dengan ibu Bawang Merah, apakah kamu setuju, nak? Bawang Putih Aku hanya ngikut kemauan ayah, kalau ayah memang menginginkannya, kenapa aku harus menghalanginya. Lagian ibu Bawang Merah itu kan baik hati. Ayah Bawang PutihBaiklah nak kalau begitu, terimakasih atas izin kamu. Bagaimana denganmu Bawang Merah? apakah kamu juga setuju? Bawang MerahAku juga setuju, ibu setuju juga kan? Ibu Bawang MerahYa, ibu juga setuju dengan niatan ayah Bawang Putih untuk menikahi ibu. Diawal-awal pernikahan, ibu Bawang Merah dan Bawang Merah bersikap sangat baik kepada Bawang Putih. Namun, lama-kelamaan tabiat sesungguhnya mereka akhirnya mulai kelihatan. Bawang Merah dan ibunya sering kali memarahi Bawang Putih dan tidak jarang memberinya pekerjaan yang berat manakala ayah Bawang Putih sedang tidak ada dirumah. Karena Ayah Bawang Putih sedang berdagang, maka ayah Bawamg Putih tidak tahu-menahu perihal perlakukan ibu tirinya itu karena Bawang Putih sendiri tidak pernah menceritakan perlakukan ibu tirinya itu kepada ayahnya. IbuPutih.. kamu harus membersihkan lantai ya, cuci piring, dan semua pekerjaan rumah harus kamu bereskan! Bawang PutihIya, Baik bu, akan Putih kerjakan. Bawang MerahPutih, kamu harus membersihkan kamarku biar terlihat rapi dan nggak berantakan. Bawang PutihBaik kak, akan Putih bersihkan. Pada suatu hari ayah Bawang Putih jatuh sakit hingga kemudian meninggal dunia. Kini Bawang Putih tidak lagi punya ayah dan juga ibu. AyahBawang Putih, sepertinya ayah sudah tidak kuat lagi. Penyakit ayah tidak mungkin bisa disembuhkan lagi. Bawang PutihAyah, Putih mohon sama ayah, jangan tinggalin Putih, yah! Putih akan sama siapa lagi, yah? AyahMaafkan ayah, nak. Jika ayah pergi, kamu baik-baik saja ya, nak. Bawang PutihIya, ayah. AyahBu, aku titip Putih ya? Tolong jagain Putih, dan aku mohon ibu bisa menganggap dia seperti anak ibu sendiri. Ibu Bawang MerahYa, baik ayah. Bawang PutihAyah.. jangan tinggalkan Putih, yah! Bawang Putih bercucuran air mata Sejak saat itu Bawang Merah dan ibunya semakin leluasa dan bertindak semena-mena terhadap Bawang Putih. Bawang Putih seperti menjadi buruh Bawang Merah dan lanjutan Drama Bawang Merah & Bawang Putih II. Cari Loan / Kredit Terbaik? Ternyata Begini Cara Bisa Beli Mobil Materi Asuransi Paling Lengkap
100% found this document useful 1 vote2K views12 pagesCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote2K views12 pagesDrama Bawang Merah Bawang PutihJump to Page You are on page 1of 12 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 11 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.